Kendaraan asal Poso diperiksa polisi
Kamis, 25 Oktober 2012 - 13:46 WIB
Kendaraan asal Poso diperiksa polisi
A
A
A
Sindonews.com - Aparat Polisi Resor (Polres) Luwu Utara melakukan razia kendaraan yang berasal dari luar daerah, khususnya kendaraan yang berasal dari Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Razia kendaraan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi masuknya teroris ke wilayah Luwu Utara.
Selain melakukan razia rutin terhadap kendaraan, anggota intel Polres Luwu Utara juga disebar di beberapa desa yang diperkirakan rawan dijadikan lokasi persembunyian sekaligus latihan teroris.
"Luwu Utara memiliki potensi untuk ditepati bersembunyi karena memiliki luas wilayah dan pemukiman penduduk yang berkelompok," ungkap Kapolres Luwu Utara AKBP Hery Marwanto menjelaskan kepada wartawan di Masamba, Kamis (25/10/2012).
Menurut Hery, serangkaian aksi teror di Poso tidak dapat diabaikan oleh aparat keamanan. Untuk itu, aparat harus lebih waspada terhadap gerakan terorisme yang setiap saat dapat mengancam warga.
Razia dan pengawasan ini melibatkan anggota Polsek dalam rangka mengantisipasi sekaligus mempersempit gerakan terorisme agar tidak masuk ke daerah ini," ucapnya.
Selain itu , mengintensifkan kembali Badan Bimbingan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) di desa, untuk berkoordinasi dengan potensi masyarakat desa agar memonitor semua warga yang masuk atau warga asing, agar melapor diri 1X24 jam kepada pemerintah di desa atau aparat keamanan terdekat.
"Saya minta masyarakat jika melihat orang mencurigakan agar segera melaporkan kepada aparat pemerintah desa atau aparat keamanan terdekat," ajak dia.
Aparat Polres Luwu Timur dibantu Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam melakukan penjagaan dan memeriksa secara ketat setiap orang akan masuk ke wilayah Kabupaten Luwu Timur.
Selain melakukan razia rutin terhadap kendaraan, anggota intel Polres Luwu Utara juga disebar di beberapa desa yang diperkirakan rawan dijadikan lokasi persembunyian sekaligus latihan teroris.
"Luwu Utara memiliki potensi untuk ditepati bersembunyi karena memiliki luas wilayah dan pemukiman penduduk yang berkelompok," ungkap Kapolres Luwu Utara AKBP Hery Marwanto menjelaskan kepada wartawan di Masamba, Kamis (25/10/2012).
Menurut Hery, serangkaian aksi teror di Poso tidak dapat diabaikan oleh aparat keamanan. Untuk itu, aparat harus lebih waspada terhadap gerakan terorisme yang setiap saat dapat mengancam warga.
Razia dan pengawasan ini melibatkan anggota Polsek dalam rangka mengantisipasi sekaligus mempersempit gerakan terorisme agar tidak masuk ke daerah ini," ucapnya.
Selain itu , mengintensifkan kembali Badan Bimbingan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) di desa, untuk berkoordinasi dengan potensi masyarakat desa agar memonitor semua warga yang masuk atau warga asing, agar melapor diri 1X24 jam kepada pemerintah di desa atau aparat keamanan terdekat.
"Saya minta masyarakat jika melihat orang mencurigakan agar segera melaporkan kepada aparat pemerintah desa atau aparat keamanan terdekat," ajak dia.
Aparat Polres Luwu Timur dibantu Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam melakukan penjagaan dan memeriksa secara ketat setiap orang akan masuk ke wilayah Kabupaten Luwu Timur.
(azh)