Koalisi PDIP & PKB Berpeluang Hadang KarSa Jilid 2
Kamis, 25 Oktober 2012 - 02:27 WIB
Koalisi PDIP & PKB Berpeluang Hadang KarSa Jilid 2
A
A
A
Sindonews.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tengah membangung komukasi politik untuk membangun koalisi. Koalisi tersebut adalah untuk mengusung calon dalam running Pilgub Jatim 2013.
Otomatis, kekuatan dua partai politik bakal membendung kekuatan Partai Demokrat yang 'Pede' mengusung pasangan Soekarwo-Saifulloh Yusuf (KarSa) jilid II.
Ketua badan bidang pemenangan pemilu (Bappilu) DPD PDIP Jawa Timur Suhandoyo mengaku, menyambut baik adanya wacana koalisi PDIP dan PKB tersebut. Peluang untuk 'bergandengan' dua parti besar ini sangat memungkinkan. Sebab, di beberapa Pilkada maupun Pilwali di Jatim kerap membangung koalisi.
"Dua parpol besar ini kemungkinan besar akan bersama di Pilgub Jatim mendatang mengingat riwayat di beberapa Pilkada dan Pilwali sejumlah wilayah," kata Suhandoyo, Rabu (24/10/2012).
Ia mencontohkan, ketika Pilkada Madiun, Muhtarom salah satu kader PKB juga daftar Calaon bupati (Cabub) melalui PDIP. "Dan kami berharap Khofifah maju di Pilgub Jatim melalui PDIP," tambahnya.
Wakil ketua komisi C DPRD Jawa Timur ini juga menilai, wacana yang digulirkan oleh Gubernur Soekarwo terkait Pilgub dengan musyawarah mufakat atau aklamasi.
Menurutnya, sikap tersebut adalah pembodohan terhadap sistem demokrasi. "Wacana pilgub aklamasi itu bentuk pembodohan dan kesombongan dari Soekarwo," cetusnya.
Terpisah, Sekretaris DPW PKB Jatim Thoriqul Haq mengaku menyambut gembira adanya wacana tersebut. Kata Thoriq, jika koalisi ini terwujud akan menjadi alternatif pilihan politik dalam pilgub 2013 mendatang.
"Kemungkinan wacana itu akan dibahas dalam Muspimwil yang dilaksanakan pada 3 November mendatang di Hotel Utami, Surabaya dengan melibatkan 22 kiai khos dan dewan syuro dari 38 DPC se Jatim," terangnya.
Jika Koalisi partai Merah dan Hijau ini terjadi akan menjadi batu sandungan bagi Soekarwo yang diusung partai Demokrat. Saat ini, PKB Jatim memiliki kader yang menjadi kepala daerah di 18 kabupatn/kota se-Jatim. Sementara PKB Jatim memiliki 14 Kepala daerah. Artinya, dua partai besar ini memiliki 32 kepala daerah di Jawa Timur.
Otomatis, kekuatan dua partai politik bakal membendung kekuatan Partai Demokrat yang 'Pede' mengusung pasangan Soekarwo-Saifulloh Yusuf (KarSa) jilid II.
Ketua badan bidang pemenangan pemilu (Bappilu) DPD PDIP Jawa Timur Suhandoyo mengaku, menyambut baik adanya wacana koalisi PDIP dan PKB tersebut. Peluang untuk 'bergandengan' dua parti besar ini sangat memungkinkan. Sebab, di beberapa Pilkada maupun Pilwali di Jatim kerap membangung koalisi.
"Dua parpol besar ini kemungkinan besar akan bersama di Pilgub Jatim mendatang mengingat riwayat di beberapa Pilkada dan Pilwali sejumlah wilayah," kata Suhandoyo, Rabu (24/10/2012).
Ia mencontohkan, ketika Pilkada Madiun, Muhtarom salah satu kader PKB juga daftar Calaon bupati (Cabub) melalui PDIP. "Dan kami berharap Khofifah maju di Pilgub Jatim melalui PDIP," tambahnya.
Wakil ketua komisi C DPRD Jawa Timur ini juga menilai, wacana yang digulirkan oleh Gubernur Soekarwo terkait Pilgub dengan musyawarah mufakat atau aklamasi.
Menurutnya, sikap tersebut adalah pembodohan terhadap sistem demokrasi. "Wacana pilgub aklamasi itu bentuk pembodohan dan kesombongan dari Soekarwo," cetusnya.
Terpisah, Sekretaris DPW PKB Jatim Thoriqul Haq mengaku menyambut gembira adanya wacana tersebut. Kata Thoriq, jika koalisi ini terwujud akan menjadi alternatif pilihan politik dalam pilgub 2013 mendatang.
"Kemungkinan wacana itu akan dibahas dalam Muspimwil yang dilaksanakan pada 3 November mendatang di Hotel Utami, Surabaya dengan melibatkan 22 kiai khos dan dewan syuro dari 38 DPC se Jatim," terangnya.
Jika Koalisi partai Merah dan Hijau ini terjadi akan menjadi batu sandungan bagi Soekarwo yang diusung partai Demokrat. Saat ini, PKB Jatim memiliki kader yang menjadi kepala daerah di 18 kabupatn/kota se-Jatim. Sementara PKB Jatim memiliki 14 Kepala daerah. Artinya, dua partai besar ini memiliki 32 kepala daerah di Jawa Timur.
(mhd)