Apes, kiai dibacok orang gila
Rabu, 24 Oktober 2012 - 20:42 WIB
Apes, kiai dibacok orang gila
A
A
A
Sindonews.com - Sungguh nahas nasib Mas'ud Muttaqin (48) seorang kiai pengasuh Pondok Pesantren di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim). Saat sedang santai di rumahnya, tiba-tiba ia didatangi dan dibacok dengan sebilah parang oleh tetangganya yang mengidap gangguan jiwa.
Akibatnya Mas'ud mengalami luka parah di bagian kepala setelah dibacok oleh tetangganya yang bernama Suparlan (45) itu.
"Saya kaget Suparlan langsung membacok Mas'ud. Setelah itu, pelaku langsung berteriak kalau Mas'ud ingin membunuh keluarganya," ungkap Kepala Dusun Pedes Sudarmo menjelaskan kepada wartawan, Rabu (24/10/2012).
Menurut Sudarmo, Suparlan sudah beberapa tahun ini memang menderita gangguan jiwa. Dua tahun lalu, pelaku sudah dibawa berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang di Kabupaten Malang. Meski telah dinyatakan sembuh, namun dalam kesehariannya pelaku masih sering kambuh.
Karena pelaku mengidap gangguan jiwa, polisi yang mengamankan pelaku menyatakan proses hukum terhadap yang bersangkutan tidak dapat dilanjutkan.
Namun agar tidak membahayakan warga sekitarnya, rencananya petugas akan kembali mengirim pelaku ke RSJ agar mendapat perawatan medis.
Akibatnya Mas'ud mengalami luka parah di bagian kepala setelah dibacok oleh tetangganya yang bernama Suparlan (45) itu.
"Saya kaget Suparlan langsung membacok Mas'ud. Setelah itu, pelaku langsung berteriak kalau Mas'ud ingin membunuh keluarganya," ungkap Kepala Dusun Pedes Sudarmo menjelaskan kepada wartawan, Rabu (24/10/2012).
Menurut Sudarmo, Suparlan sudah beberapa tahun ini memang menderita gangguan jiwa. Dua tahun lalu, pelaku sudah dibawa berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang di Kabupaten Malang. Meski telah dinyatakan sembuh, namun dalam kesehariannya pelaku masih sering kambuh.
Karena pelaku mengidap gangguan jiwa, polisi yang mengamankan pelaku menyatakan proses hukum terhadap yang bersangkutan tidak dapat dilanjutkan.
Namun agar tidak membahayakan warga sekitarnya, rencananya petugas akan kembali mengirim pelaku ke RSJ agar mendapat perawatan medis.
(azh)