Merasa didiskriminasi, WNA Somalia unjuk rasa

Rabu, 24 Oktober 2012 - 15:20 WIB
Merasa didiskriminasi,...
Merasa didiskriminasi, WNA Somalia unjuk rasa
A A A
Sindonews.com - Sebanyak delapan orang Warga Negara Asing (WNA) asal Somalia yang ada di Makassar melakukan unjuk rasa di depan kantor United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di salah satu perumahan Jalan Pengayoman Blok F9 Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

WNA asal Somalia tersebut merasa didiskriminasi oleh pihak UNHCR yang memberangkatkan warga Negara Afganistan ke negara ketiga. Padahal mereka yang lebih lama ditampung di Rumah Determinasi Migrasi (Rudenim) oleh pihak Imigrasi.

Sebelumnya, mereka melakukan aksi unjuk rasa di Hotel Grand Clarion Makassar Jalan Ap Pettarani, sekitar pukul 11.00 WITA, karena di sana ada intervew warga Afganistan dengan pihak UNHCR, untuk diberangkatkan ke negara ketiga.

Muhammad Mahmud (29), Warga Negara Somalia, mengatakan mereka melakukan unjuk rasa kerena merasa didiskriminasi.

"Kami semua merasa didiskriminasi, karena mengapa hanya warga negara Afganistan yang diberangkatkan," kata Muhammad menjelaskan di Jalan Pengayoman sesaat setelah melakukan aksinya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, setelah melakukan aksi didua tempat berbeda, para WNA Somalia ini beristirahat di salah satu rumah warga, di perumahan tersebut, mereka membawa kertas karton dan kain berukuran panjang yang bertuliskan "Stop Discrimination"

Kendati demikian, Muhammad Mahmud, yang juga ditampung di salah satu wisma di Jalan Borong Makassar, mengaku bahwa dirinya sudah sejak tahun 2006 di Makassar, karena kapal yang mereka tumpangi sari lombok rusak dan ditangkap diperairan Sumbawa.

"Saya sudah lama di sini, kenapa bukan kami, yang diberangkatkan ke negara ketiga, walaupun teman kami juga ada yang ditangkap pada tahun 2010, bersamaan dengan warga Afganistan tersebut yang lebih dulu akan di berangkatkan," jelasnya.

Ia juga menjelaskan, yang melakukan unjuk rasa terdiri dari empat laki-laki, tiga perempuan dan satu anak perempuan. "Kami semua ditampung di tempat yang sama, dan sampai saat ini kami belum tahu apa alasan dari pihak UNHCR tidak dibawa ke Negara ketiga," katanya.

Sementara itu, Kepala Pengawasan dan Penindakan kantor Imigrasi Makassar, Muhammad Bakrie, mengatakan, kita tidak boleh sepenuhnya menyalahkan pihak UNHCR. "Kan ada dua lembaga yang menangani Imigrasi gelap tersebut, yaitu UNHCR dan IOM," paparnya.

Saat hendak melakukan konfirmasi di kantor UNHCR di Jalan pengayoman Makassar, pihaknya enggan berkomentar dan pagar pintu tertutup rapat. "Sorry, No Pers," kata salah satu petugasnya.
(azh)
Berita Terkait
Ditjen Imigrasi tangkap...
Ditjen Imigrasi tangkap 17 WN Vietnam Pekerja Klinik Bedah
Tuntut Kejelasan Nasib,...
Tuntut Kejelasan Nasib, Ratusan Imigran Demo di Kantor Pemko Batam
Aparat Bubarkan Paksa...
Aparat Bubarkan Paksa Demo 80 Imigran Afganistan, 2 Orang Pingsan
Kapal Pengangkut Imigran...
Kapal Pengangkut Imigran Gelap Terbalik di Italia, 40 Hilang
Viral Aksi Joget Mahasiswa...
Viral Aksi Joget Mahasiswa Aceh Usir Ratusan Imigran Gelap Rohingya
Dibawa Kabur Imigran...
Dibawa Kabur Imigran Gelap, Mobil Dinas Rudenim Ditemukan di Masjid
Berita Terkini
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
58 menit yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
1 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
2 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
3 jam yang lalu
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
4 jam yang lalu
Infografis
Memanas, AS dan Rusia...
Memanas, AS dan Rusia Saling Unjuk Pesawat Pengebom Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved