Ahok damprat stafnya di depan buruh
Rabu, 24 Oktober 2012 - 14:47 WIB
Ahok damprat stafnya di depan buruh
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tiba-tiba marah kepada salah seorang stafnya yang mengabaikan tugas yang telah diberikan kepadanya. Staf itu tidak menjalankan tugasnya mencatat jalannya rapat penting antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan perwakilan buruh.
"Kampungan banget, tidak ada laporan dengan tulisan tangan. Sebaiknya pakai print out. Lu orang paling hebat, ada laptop depan mata, enggak dipake. Ini rapat penting, harusnya pakai print out," ujar Ahok mendamprat staffnya dalam rapat dengan buruh, di Balai Kota, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Usai memarahi anak buahnya, Ahok langsung meminta kepada staff lainnya, agar tidak mengulangi hal serupa. Dia juga meminta kepada para staf dalam rapat berikutnya, tidak ada lagi notulen dengan tulisan tangan.
"Saya tidak mau lagi ada notulen pakai tulis tangan. Saya mau pakai ketikan, laptop puluhan miliar hanya dilihat di depan mata," terang Ahok masih dengan nada tinggi.
Dia menambahkan, dalam setiap rapat Pemprov DKI, harus ada sedikitnya dua orang nutulensi yang bisa mengoperasikan laptop mengetik jalannya rapat. "Tolong besok carikan saya dua notulen yang bisa menggunakan laptop dengan sepuluh jari jangan tulis tangan," pintanya.
"Kampungan banget, tidak ada laporan dengan tulisan tangan. Sebaiknya pakai print out. Lu orang paling hebat, ada laptop depan mata, enggak dipake. Ini rapat penting, harusnya pakai print out," ujar Ahok mendamprat staffnya dalam rapat dengan buruh, di Balai Kota, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Usai memarahi anak buahnya, Ahok langsung meminta kepada staff lainnya, agar tidak mengulangi hal serupa. Dia juga meminta kepada para staf dalam rapat berikutnya, tidak ada lagi notulen dengan tulisan tangan.
"Saya tidak mau lagi ada notulen pakai tulis tangan. Saya mau pakai ketikan, laptop puluhan miliar hanya dilihat di depan mata," terang Ahok masih dengan nada tinggi.
Dia menambahkan, dalam setiap rapat Pemprov DKI, harus ada sedikitnya dua orang nutulensi yang bisa mengoperasikan laptop mengetik jalannya rapat. "Tolong besok carikan saya dua notulen yang bisa menggunakan laptop dengan sepuluh jari jangan tulis tangan," pintanya.
(san)