Siswa SMP pindah dari sawah ke gudang
Rabu, 24 Oktober 2012 - 11:39 WIB
Siswa SMP pindah dari sawah ke gudang
A
A
A
Sindonews.com - Sempat belajar di tengah sawah, siswa SMP PGRI 1 akhirnya bisa kembali belajar di dalam gedung. Namun gedung tersebut merupakan sebuah gudang yang disulap jadi ruang kelas. Kendati dinilai tak layak, seluruh siswa tampak terharu bisa menempati gudang itu.
Puluhan siswa SMP PGRI 1 menangis karena bisa kembali belajar di dalam ruang, meski gedung yang ditempati bekas gudang dan tak layak pakai. Sebelumnya, selama dua hari, puluhan siswa SMP ini terpaksa belajar di sawah karena gedung mereka di segel pemilik tanah.
Siswa SMP PGRI 1 ini menangis saat mendapat arahan dari Kepala Sekolah SMP PGRI 1, Mustofa Abu Bakar di depan ruang kelas baru. Mereka menangis, karena terharu mendapat pinjaman ruang gratis dari Taman Kanak-kanak (TK) Dharma Wanita Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo.
Mendapat ruang kelas jauh dari layak, siswa mengaku khawatir dengan kondisi kelas yang banyak kekurangan, seperti atap jebol dan tidak ada aliran listrik. Namun siswa tetap senang karena bisa kembali belajar dalam kelas tidak seperti dua hari lalu belajar di sawah.
"Was-was juga dengan kondisi kelas karena banyak atap yang jebol, tapi tetap senang daripada belajar di sawah," kata Evi Rosa, siswa SMP PGRI 1 Kedungsalam, Rabu (24/10/2012).
Untuk menempati ruang kelas "baru" mereka, sejumlah siswa dibantu wali murid siswa TK yang iba dengan nasib siswa-siswi ini, gotong royong membersihkan pasir dalam ruang gudang tersebut.
Sementara itu, Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Dharma Wanita, Sussanti mengaku meminjamkan ruang tersebut begitu saja tanpa batas waktu. Bahkan, pihak TK tidak memungut bayaran pada SMP PGRI 1.
"Kurang manusiawi saja jika siswa harus belajar di sawah. Kebetulan kami punya ruang kosong yang bisa digunakan, ini reaksi spontan saja dan didukung walimurid TK," kata Sussanti.
Puluhan siswa SMP PGRI 1 menangis karena bisa kembali belajar di dalam ruang, meski gedung yang ditempati bekas gudang dan tak layak pakai. Sebelumnya, selama dua hari, puluhan siswa SMP ini terpaksa belajar di sawah karena gedung mereka di segel pemilik tanah.
Siswa SMP PGRI 1 ini menangis saat mendapat arahan dari Kepala Sekolah SMP PGRI 1, Mustofa Abu Bakar di depan ruang kelas baru. Mereka menangis, karena terharu mendapat pinjaman ruang gratis dari Taman Kanak-kanak (TK) Dharma Wanita Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo.
Mendapat ruang kelas jauh dari layak, siswa mengaku khawatir dengan kondisi kelas yang banyak kekurangan, seperti atap jebol dan tidak ada aliran listrik. Namun siswa tetap senang karena bisa kembali belajar dalam kelas tidak seperti dua hari lalu belajar di sawah.
"Was-was juga dengan kondisi kelas karena banyak atap yang jebol, tapi tetap senang daripada belajar di sawah," kata Evi Rosa, siswa SMP PGRI 1 Kedungsalam, Rabu (24/10/2012).
Untuk menempati ruang kelas "baru" mereka, sejumlah siswa dibantu wali murid siswa TK yang iba dengan nasib siswa-siswi ini, gotong royong membersihkan pasir dalam ruang gudang tersebut.
Sementara itu, Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Dharma Wanita, Sussanti mengaku meminjamkan ruang tersebut begitu saja tanpa batas waktu. Bahkan, pihak TK tidak memungut bayaran pada SMP PGRI 1.
"Kurang manusiawi saja jika siswa harus belajar di sawah. Kebetulan kami punya ruang kosong yang bisa digunakan, ini reaksi spontan saja dan didukung walimurid TK," kata Sussanti.
(ysw)