Jokowi: Pembangunan rumah deret butuh dialog
Selasa, 23 Oktober 2012 - 18:14 WIB
Jokowi: Pembangunan rumah deret butuh dialog
A
A
A
Sindonews.com - Warga Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, sambut hangat kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau (Jokowi), saat berkunjung ke tempat langganan banjir tersebut.
Kedatangannya, tidak hanya menjadi perhatian warga, tetapi pengguna jalan
di sekitar jalur Kampung Melayu. Para ibu dan anak-anak berdesakan untuk sekedar menjabat tangannya.
Dalam kunjungannya itu, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini rencananya akan membangun kampung deret di sekitar bantaran kali, yang menjauhkan warga dari luapan banjir.
"Ya, Perbaikan kampung harus ada. Ada kampung deret, ada Rusun, ada kampung deret, macem-macem," papar Jokowi, di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (23/10/2012).
Pembangunannya juga akan ditawarkan pada masyarakat, mana yang paling tepat sesuai keinginan warga. Proses dialog, kata dia, tidak secepat apa yang diniatkan. Tapi, ada prosedurnya untuk mensuksesnya keinginannya itu.
"Perlu proses lah enggak bisa satu atau tiga kali. Saya di Solo bisa 54 kali ketemu, kalau ini ya paling lima sampai enam kali lah ketemu," katanya.
Soal realisasinya, mantan Wali Kota Solo ini menyerahkan semua pada masyarakat. "Enggak tahu kalau dialognya dua kali rampung ya, langsung bisa realisasi," ujarnya.
Proses dialog antara Pemerintah Provinsi DKI sudah dimulai tahun ini, tinggal dikaji. Bila proses itu selesai, sekira Januari atau Februari akan dieksekusi.
"Sudah mulai tahun ini, proses dialognya, nanti realisasi kalau sudah ketemu jurusnya, langsung saja Januari atau Februari dimulai," jelasnya.
Kedatangannya, tidak hanya menjadi perhatian warga, tetapi pengguna jalan
di sekitar jalur Kampung Melayu. Para ibu dan anak-anak berdesakan untuk sekedar menjabat tangannya.
Dalam kunjungannya itu, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini rencananya akan membangun kampung deret di sekitar bantaran kali, yang menjauhkan warga dari luapan banjir.
"Ya, Perbaikan kampung harus ada. Ada kampung deret, ada Rusun, ada kampung deret, macem-macem," papar Jokowi, di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (23/10/2012).
Pembangunannya juga akan ditawarkan pada masyarakat, mana yang paling tepat sesuai keinginan warga. Proses dialog, kata dia, tidak secepat apa yang diniatkan. Tapi, ada prosedurnya untuk mensuksesnya keinginannya itu.
"Perlu proses lah enggak bisa satu atau tiga kali. Saya di Solo bisa 54 kali ketemu, kalau ini ya paling lima sampai enam kali lah ketemu," katanya.
Soal realisasinya, mantan Wali Kota Solo ini menyerahkan semua pada masyarakat. "Enggak tahu kalau dialognya dua kali rampung ya, langsung bisa realisasi," ujarnya.
Proses dialog antara Pemerintah Provinsi DKI sudah dimulai tahun ini, tinggal dikaji. Bila proses itu selesai, sekira Januari atau Februari akan dieksekusi.
"Sudah mulai tahun ini, proses dialognya, nanti realisasi kalau sudah ketemu jurusnya, langsung saja Januari atau Februari dimulai," jelasnya.
(mhd)