Puluhan IRT ditipu jadi anggota Provost
Selasa, 23 Oktober 2012 - 18:00 WIB
Puluhan IRT ditipu jadi anggota Provost
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan Ibu Rumah tangga (IRT) di Kecamatan Insana Barat, Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), jadi korban penipuan. Penipuan dilakukan oleh pria yang mengaku sebagai anggota Provost TNI.
Kepada puluhan ibu rumah tangga ini, pelaku yang berinisial YM ini mengaku sedang merekrut anggota Provost baru.
Camat Insana Barat, Alfons Tuames mengaku dirinya sudah mendapat pengaduan soal dugaan penipuan berkedok Pasukan Provost.
"Memang ada warga saya yang melaporkan soal hal itu sejak Kamis lalu, saya sementara perintahkan kepala desa agar mendata siapa saja yang ikut kelompok itu," ungkap Tuames menjelaskan kepada wartawan, Selasa (23/10/2012).
Kebanyakan para IRT itu direkrut dari Kecamatan Insana Barat, dikabarkan sebanyak 42 IRT tertipu untuk dilatih menjadi 'Pasukan Provost', dibekali pakaian loreng serta dipersenjatai.
“Informasi yang saya peroleh katanya diberi pakaian loreng, untuk mau jadi anggota harus menyetor uang, tetapi soal lokasi latihan mereka, saya belum tahu,” tandasnya.
Tuames mengatakan akan kembali mencari kebenaran informasi ini pada instansi yang berwewenang.
"Jika Kodim TTU yang membentuk kelompok itu, mestinya saya sebagai camat diberitahu. Nanti saya hubungi Dandim TTU untuk memastikan," kata Tuames.
Kepada puluhan ibu rumah tangga ini, pelaku yang berinisial YM ini mengaku sedang merekrut anggota Provost baru.
Camat Insana Barat, Alfons Tuames mengaku dirinya sudah mendapat pengaduan soal dugaan penipuan berkedok Pasukan Provost.
"Memang ada warga saya yang melaporkan soal hal itu sejak Kamis lalu, saya sementara perintahkan kepala desa agar mendata siapa saja yang ikut kelompok itu," ungkap Tuames menjelaskan kepada wartawan, Selasa (23/10/2012).
Kebanyakan para IRT itu direkrut dari Kecamatan Insana Barat, dikabarkan sebanyak 42 IRT tertipu untuk dilatih menjadi 'Pasukan Provost', dibekali pakaian loreng serta dipersenjatai.
“Informasi yang saya peroleh katanya diberi pakaian loreng, untuk mau jadi anggota harus menyetor uang, tetapi soal lokasi latihan mereka, saya belum tahu,” tandasnya.
Tuames mengatakan akan kembali mencari kebenaran informasi ini pada instansi yang berwewenang.
"Jika Kodim TTU yang membentuk kelompok itu, mestinya saya sebagai camat diberitahu. Nanti saya hubungi Dandim TTU untuk memastikan," kata Tuames.
(azh)