Olah TKP kecelakaan truk damkar vs angkot digelar
Selasa, 23 Oktober 2012 - 14:26 WIB
Olah TKP kecelakaan truk damkar vs angkot digelar
A
A
A
Sindonews.com – Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan antara truk Pemadam Kebakaran (Damkar) dengan angkutan kota (angkot) di Jalan Poros Bantaeng-Bulukumba, Kampung Pasorongi, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng.
Kasat Lantas Polres Bantaeng Iptu Ramadhaniel mengatakan pihaknya baru mengecek lokasi bekas rem dan kedua mobil saat terpental.
“Kami juga sudah meminta keterangan dari sopir Angkotnya Kamaruddin (27) dan beberapa penumpang Angkot lainnya,” ungkap Ramadhaniel menjelaskan, Minggu (23/10/2012).
Dari keterangan sopir Angkot, menyebutkan bahwa keduanya memang satu arah (Bantaeng-Bulukumba), saat itu sang sopir tengah menurunkan penumpang, dan sempat melihat kaca spionnya, bahwa mobil Damkar melaju kencang dari arah belakang, sehingga dia tidak sempat menghindar.
Sementara, mengenai petugas dari Damkar sendiri, kata mantan Kanit Laka Polres Bone itu, pihaknya sudah mengirimkan surat panggilan, untuk dimintai keterangan. Hasil penyelidikan sementara, diduga pengemudi mobil Damkar, Sahlan juga bertanggung jawab dalam kecelakaan ini.
“Secepatnya akan kami periksa, karena suratnya sudah kami layangkan, apalagi sebelumnya korban yang dirawat di RSUD sudah diperbolehkan pulang,” tandas Ramadhaniel.
Sekedar diketahui, Kamis 18 Oktober kecelakaan terjadi antara Mobil Damkar dan Mobil Angkot di Jalan Poros Bantaeng Bulukumba, Kampung Pasorongi, Kelurahan Lamalak, Kecamatan Bantaeng. Saat itu, petugas Damkar akan menuju lokasi kebakaran di Kecamatan Pa’jukukang, namun lantaran menghindari sebuah mobil dari arah yang berlawanan, dan pengemudi tidak dapat mengendalikan laju kendaraan. Mobil Damkar kemudian menabrak angkot yang tengah menurunkan penumpang, hingga menyebabkan satu orang tewas bernama Salli Bone (52) tewas seketika, sementara satu orang korban Sanna Hamid (40), tewas Sabtu 21 Oktober malam, setelah sebelumnya sempat kritis, dan 12 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kasat Lantas Polres Bantaeng Iptu Ramadhaniel mengatakan pihaknya baru mengecek lokasi bekas rem dan kedua mobil saat terpental.
“Kami juga sudah meminta keterangan dari sopir Angkotnya Kamaruddin (27) dan beberapa penumpang Angkot lainnya,” ungkap Ramadhaniel menjelaskan, Minggu (23/10/2012).
Dari keterangan sopir Angkot, menyebutkan bahwa keduanya memang satu arah (Bantaeng-Bulukumba), saat itu sang sopir tengah menurunkan penumpang, dan sempat melihat kaca spionnya, bahwa mobil Damkar melaju kencang dari arah belakang, sehingga dia tidak sempat menghindar.
Sementara, mengenai petugas dari Damkar sendiri, kata mantan Kanit Laka Polres Bone itu, pihaknya sudah mengirimkan surat panggilan, untuk dimintai keterangan. Hasil penyelidikan sementara, diduga pengemudi mobil Damkar, Sahlan juga bertanggung jawab dalam kecelakaan ini.
“Secepatnya akan kami periksa, karena suratnya sudah kami layangkan, apalagi sebelumnya korban yang dirawat di RSUD sudah diperbolehkan pulang,” tandas Ramadhaniel.
Sekedar diketahui, Kamis 18 Oktober kecelakaan terjadi antara Mobil Damkar dan Mobil Angkot di Jalan Poros Bantaeng Bulukumba, Kampung Pasorongi, Kelurahan Lamalak, Kecamatan Bantaeng. Saat itu, petugas Damkar akan menuju lokasi kebakaran di Kecamatan Pa’jukukang, namun lantaran menghindari sebuah mobil dari arah yang berlawanan, dan pengemudi tidak dapat mengendalikan laju kendaraan. Mobil Damkar kemudian menabrak angkot yang tengah menurunkan penumpang, hingga menyebabkan satu orang tewas bernama Salli Bone (52) tewas seketika, sementara satu orang korban Sanna Hamid (40), tewas Sabtu 21 Oktober malam, setelah sebelumnya sempat kritis, dan 12 orang lainnya mengalami luka-luka.
(azh)