Rieke Oneng sekarang sudah enggak mau oon
Selasa, 23 Oktober 2012 - 13:51 WIB
Rieke Oneng sekarang sudah enggak mau oon
A
A
A
Sindonews - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke Dyah Pitaloka menyampaikan orasinya tentang pentingnya gerakan buruh untuk meningkatkan kesejahteraan kaum buruh.
"Mari kita rapikan serikat-serikat anda serapi-rapinya. Perjuangan kita sekarang bukan hanya sekedar jargon-jargon," kata Rieke saat jadi pembicara dalam diskusi publik bertema "Evaluasi Terhadap Efektivitas Pengadilan Hubungan Industrial dalam Menyelesaikan Sengketa Buruh dan Pengusaha" di Hotel Lodaya, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/10/2012).
Mengenakan busana merah, wanita yang dikenal lewat peran Oneng dalam sinetron komedi Bajaj Bajuri ini, tampil berorasi di hadapan puluhan perwakilan buruh. Dia mengatakan, buruh sekarang tidak akan diam jika para haknya ditindas.
"Pergerakan buruh ke depan bukan hanya penuh jargon, tapi menginginkan bahwa kaum buruh punya wawasan dan pengetahuan yang luas supaya tidak mudah dikibuli," tambahnya.
Rieke juga mengajak kaum buruh supaya melek terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah. Misalnya, terkait Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Permenakertrans 17/2005 tentang komponen hidup layak, dan kebijakan-kebijakan lain yang perlu dikritisi supaya tidak merugikan kaum buruh dan pekerja.
"Jadi buruh harus cerdas. Sekarang Si Oneng saja sudah enggak mau oon, harus cerdas," katanya, yang disambut tawa hadirin.
"Mari kita rapikan serikat-serikat anda serapi-rapinya. Perjuangan kita sekarang bukan hanya sekedar jargon-jargon," kata Rieke saat jadi pembicara dalam diskusi publik bertema "Evaluasi Terhadap Efektivitas Pengadilan Hubungan Industrial dalam Menyelesaikan Sengketa Buruh dan Pengusaha" di Hotel Lodaya, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/10/2012).
Mengenakan busana merah, wanita yang dikenal lewat peran Oneng dalam sinetron komedi Bajaj Bajuri ini, tampil berorasi di hadapan puluhan perwakilan buruh. Dia mengatakan, buruh sekarang tidak akan diam jika para haknya ditindas.
"Pergerakan buruh ke depan bukan hanya penuh jargon, tapi menginginkan bahwa kaum buruh punya wawasan dan pengetahuan yang luas supaya tidak mudah dikibuli," tambahnya.
Rieke juga mengajak kaum buruh supaya melek terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah. Misalnya, terkait Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Permenakertrans 17/2005 tentang komponen hidup layak, dan kebijakan-kebijakan lain yang perlu dikritisi supaya tidak merugikan kaum buruh dan pekerja.
"Jadi buruh harus cerdas. Sekarang Si Oneng saja sudah enggak mau oon, harus cerdas," katanya, yang disambut tawa hadirin.
(mhd)