Hewan kurban di Indramayu diberi label sehat
Selasa, 23 Oktober 2012 - 04:19 WIB
Hewan kurban di Indramayu diberi label sehat
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distankan) Kabupaten Indramayu melakukan pemeriksaan hewan-hewan kurban di sejumlah pedagang kambing dan sapi di Kabupaten Indramayu.
Petugas medis dan kesehatan hewan melakukan pemeriksaan di lokasi jual beli hewan kurban. Hewan yang akan dipergunakan untuk keperluan kurban ini diperiksa secara intensif mulai kesehatan kuku, gigi dan mulut. Hasilnya hewan kurban tersebut dinyatakan bebas penyakit antrak.
Petugas kesehatan hewan Dinas Pertanian dan Peternakan setempat melakukan pemeriksaan pertama di lokasi penjualan hewan kurban di Desa Dermayu Sindang. Di lokasi ini, petugas melakukan pemeriksaan terhadap sapi dan kambing. Setelah melakukan pemeriksaan, petugas lantas menempelkan label sehat kepada hewan kurban.
Di lokasi ini, petugas hewan memastikan kondisi kesehatan hewan yang akan digunakan masyarakat untuk kurban, dalam keadaan baik. Kepala Distankan kabupaten Indramayu Sugeng Achja mengatakan, sebagian besar hewan kurban yang akan dipergunakan masyarakat pada Idul Adha mendatang, kondisinya cukup baik dan masuk dalam kategori sehat.
Menurutnya, label sehat yang diberikan kepada hewan kurban, diharapkan dapat terus dipasang hingga pemotongan hewan kurban. "Tanda label sehat diharapkan menjadi referensi bagi pembeli hewan kurban agar tidak salah pilih dalam memilih hewan kurban," katanya.
Setelah melakukan pemeriksaan hewan kurban di kawasan itu, petugas kesehatan melakukan penyisiran di sejumlah lokasi lainnya. Masih dikatakannya, di sejumlah tempat penjualan hewan kurban yang ada di wilayah ini dipasok sebagian besar berasal dari peternak lokal dan beberapa peternak dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah serta Garut dan lain-lain.
"Hewan kurban jauh dari kemungkinan tertular penyakit antrak karena sebagian besar berasal dari Jawa tengah," tuturnya.
Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu telah melarang beredarnya hewan ternak baik kambing maupun sapi dari daerah endemis penyakit antrak seperti Bogor dan Purwakarta.
Selain pemeriksaan hewan, harga kambing untuk hewan kurban mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Harga kambing rata-rata antara Rp.1,2 hingga Rp. 1,3 juta. Hal itu berbeda dibandingkan tahun lalu yakni Rp1 juta hingga Rp1,1 juta.
Sementara itu, petugas kesehatan hewan Distankan Kabupaten Indramayu dr Dian Daju menambahkan, pemeriksaan terhadap hewan kurban akan dilakukan hingga waktu pelaksanaan penyembelihan di sejumlah musholla dan masjid. "Saat hari raya Idul Adha, kita juga akan melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi," jelasnya.
Petugas medis dan kesehatan hewan melakukan pemeriksaan di lokasi jual beli hewan kurban. Hewan yang akan dipergunakan untuk keperluan kurban ini diperiksa secara intensif mulai kesehatan kuku, gigi dan mulut. Hasilnya hewan kurban tersebut dinyatakan bebas penyakit antrak.
Petugas kesehatan hewan Dinas Pertanian dan Peternakan setempat melakukan pemeriksaan pertama di lokasi penjualan hewan kurban di Desa Dermayu Sindang. Di lokasi ini, petugas melakukan pemeriksaan terhadap sapi dan kambing. Setelah melakukan pemeriksaan, petugas lantas menempelkan label sehat kepada hewan kurban.
Di lokasi ini, petugas hewan memastikan kondisi kesehatan hewan yang akan digunakan masyarakat untuk kurban, dalam keadaan baik. Kepala Distankan kabupaten Indramayu Sugeng Achja mengatakan, sebagian besar hewan kurban yang akan dipergunakan masyarakat pada Idul Adha mendatang, kondisinya cukup baik dan masuk dalam kategori sehat.
Menurutnya, label sehat yang diberikan kepada hewan kurban, diharapkan dapat terus dipasang hingga pemotongan hewan kurban. "Tanda label sehat diharapkan menjadi referensi bagi pembeli hewan kurban agar tidak salah pilih dalam memilih hewan kurban," katanya.
Setelah melakukan pemeriksaan hewan kurban di kawasan itu, petugas kesehatan melakukan penyisiran di sejumlah lokasi lainnya. Masih dikatakannya, di sejumlah tempat penjualan hewan kurban yang ada di wilayah ini dipasok sebagian besar berasal dari peternak lokal dan beberapa peternak dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah serta Garut dan lain-lain.
"Hewan kurban jauh dari kemungkinan tertular penyakit antrak karena sebagian besar berasal dari Jawa tengah," tuturnya.
Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu telah melarang beredarnya hewan ternak baik kambing maupun sapi dari daerah endemis penyakit antrak seperti Bogor dan Purwakarta.
Selain pemeriksaan hewan, harga kambing untuk hewan kurban mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Harga kambing rata-rata antara Rp.1,2 hingga Rp. 1,3 juta. Hal itu berbeda dibandingkan tahun lalu yakni Rp1 juta hingga Rp1,1 juta.
Sementara itu, petugas kesehatan hewan Distankan Kabupaten Indramayu dr Dian Daju menambahkan, pemeriksaan terhadap hewan kurban akan dilakukan hingga waktu pelaksanaan penyembelihan di sejumlah musholla dan masjid. "Saat hari raya Idul Adha, kita juga akan melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi," jelasnya.
(san)