2 SMK nyaris bentrok
Senin, 22 Oktober 2012 - 21:56 WIB
2 SMK nyaris bentrok
A
A
A
Sindonews.com - Aksi tawuran pelajar yang melibatkan dua sekolah yakni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinamika Kota Tegal dan SMK Dharma Wirawan Putra (DWP) Tegal, nyaris pecah.
Tindakan tawuran itu diduga merupakan buntut dari penyerangan pelakar SMK Dinamika ke SMK DWP, Sabtu 20 Oktober 2012 lalu.
Aksi nyaris tawuran itu terjadi tak lama usai pihak Polresta Tegal melakukan pendekatan kepada kedua sekolah, guna mencegah aksi keberlanjutan di dua sekolah. Sebab, pada Sabtu itu, aksi penyerangan mengakibatkan satu siswa atas nama Arif Pambudi (17) kritis.
Korban tawuran pelajar antara SMK Dinamika dan SMK DWP Kota Tegal sampai saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Mitra Tegal. Hal ini dikarenakan luka yang dialami cukup serius sehingga masih perlu perawatan intensif.
Salah seorang siswa SMK Dinamika yang menolak menyebutkan identitasnya, karena alasan keselamatannya mengatakan, dirinya mendapatkan informasi kalau siswa DWP akan menggeruduk SMK Dinamika sebagai aksi balas dendam.
"Karena siswa kami sebelumnya telah menggeruduk SMK DWP dan melakukan penyerangan. Makanya mereka (siswa SMK DWP) berniat balas dendam," katanya ditemui di balik pagar SMK Dinamika Tegal, di Tegal, Jawa Tengah, Senin (22/10/2012).
Munculnya informasi itu membuat pihak SMK Dinamika berjaga diri dengan tidak pulang sekolah dulu meski waktu pulang sekolah telah tiba. Pihak sekolah khawatir jika ada apa-apa dengan anak didiknya.
Tak berapa lama, puluhan polisi datang dengan menggunakan armada truk yang diparkir di luar pagar sekolah. Aparat berjaga-jaga di depan SMK Dinamika untuk mengantisipasi adanya tawuran.
Beberapa polisi beserta TNI menyebar di sejumlah sudut jalan atau akses utama menuju SMK Dinamika.
Setelah berkeliling dan berjaga di sekolah, barulah sekira pukul 15.00 WIB, polisi mengizinkan siswa SMK Dinamika untuk pulang sekolah. Tentunya dengan pengawalan polisi di sudut-sudut jalan yang menghubungkan SMK Dinamika.
Tindakan tawuran itu diduga merupakan buntut dari penyerangan pelakar SMK Dinamika ke SMK DWP, Sabtu 20 Oktober 2012 lalu.
Aksi nyaris tawuran itu terjadi tak lama usai pihak Polresta Tegal melakukan pendekatan kepada kedua sekolah, guna mencegah aksi keberlanjutan di dua sekolah. Sebab, pada Sabtu itu, aksi penyerangan mengakibatkan satu siswa atas nama Arif Pambudi (17) kritis.
Korban tawuran pelajar antara SMK Dinamika dan SMK DWP Kota Tegal sampai saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Mitra Tegal. Hal ini dikarenakan luka yang dialami cukup serius sehingga masih perlu perawatan intensif.
Salah seorang siswa SMK Dinamika yang menolak menyebutkan identitasnya, karena alasan keselamatannya mengatakan, dirinya mendapatkan informasi kalau siswa DWP akan menggeruduk SMK Dinamika sebagai aksi balas dendam.
"Karena siswa kami sebelumnya telah menggeruduk SMK DWP dan melakukan penyerangan. Makanya mereka (siswa SMK DWP) berniat balas dendam," katanya ditemui di balik pagar SMK Dinamika Tegal, di Tegal, Jawa Tengah, Senin (22/10/2012).
Munculnya informasi itu membuat pihak SMK Dinamika berjaga diri dengan tidak pulang sekolah dulu meski waktu pulang sekolah telah tiba. Pihak sekolah khawatir jika ada apa-apa dengan anak didiknya.
Tak berapa lama, puluhan polisi datang dengan menggunakan armada truk yang diparkir di luar pagar sekolah. Aparat berjaga-jaga di depan SMK Dinamika untuk mengantisipasi adanya tawuran.
Beberapa polisi beserta TNI menyebar di sejumlah sudut jalan atau akses utama menuju SMK Dinamika.
Setelah berkeliling dan berjaga di sekolah, barulah sekira pukul 15.00 WIB, polisi mengizinkan siswa SMK Dinamika untuk pulang sekolah. Tentunya dengan pengawalan polisi di sudut-sudut jalan yang menghubungkan SMK Dinamika.
(mhd)