Organda DKI minta gubernur beri subsidi
Senin, 22 Oktober 2012 - 08:30 WIB
Organda DKI minta gubernur beri subsidi
A
A
A
Sindonews.com - Rencana peremajaan angkutan umum di wilayah Ibu Kota digagas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) perlu diapresiasi dengan baik. Peremajaan angkutan umum merupakan bagian terpenting dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Namun, menurut Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Sudirman, gagasan itu perlu dipikirkan dan dikaji lebih mendalam lagi.
Peremajaan bus akan berdampak pada naiknya tarif angkutan umum. Terlebih harga suku cadang (spare part) angkutan umum selama ini cukup memberatkan pengusaha di bidang tersebut.
"Otomatis tarif akan disesuaikan jika peremajaan angkutan ini menjadi beban pengusaha angkutan umum," jelas Sudirman kepada Sindonews, Senin (22/10/2012).
Jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) tak ingin membebani masyarakat dengan kenaikan tarif angkutan tersebut, menurut Sudirman Pemprov bisa juga memberikan subsidi kepada pengusaha angkutan umum.
"Ini bisa menjadi solusi, dengan memberikan subsidi, apalagi selama ini kami para pengusaha angkutan tidak pernah mendapatkan subsidi dari Gubernur untuk merevitalisasi kendaraan seperti Metromini ataupun Kopaja," papar Sudirman.
Apalagi pada beberapa kesempatan, lanjut Sudirman, Gubernur Jokowi sudah menyampaikan dua alternatif pilihan yaitu sistem peremajaan melalui hibah atau subsidi.
"Gubernur sendiri akan membuat sistem peremajaan melalui hibah atau subsidi, nah ini seperti apa," tuturnya.
Sebelumnya Gubernur Jokowi memastikan tidak akan ada kenaikan tarif angkutan setelah dilakukan peremajaan angkutan umum. Proses peremajaan armada angkutan umum dirancang tanpa membebani masyarakat. Peremajaan angkutan umum dapat dilakukan dengan subsidi dan pola hibah.
Jokowi juga berjanji tidak akan membebani pengusaha angkutan umum. Selain itu mantan Wali Kota Solo ini juga akan memikirkan bagaimana meningkatkan kesejahteraan para sopir di tengah upaya meningkatkan layanan umum.
Namun, menurut Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Sudirman, gagasan itu perlu dipikirkan dan dikaji lebih mendalam lagi.
Peremajaan bus akan berdampak pada naiknya tarif angkutan umum. Terlebih harga suku cadang (spare part) angkutan umum selama ini cukup memberatkan pengusaha di bidang tersebut.
"Otomatis tarif akan disesuaikan jika peremajaan angkutan ini menjadi beban pengusaha angkutan umum," jelas Sudirman kepada Sindonews, Senin (22/10/2012).
Jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) tak ingin membebani masyarakat dengan kenaikan tarif angkutan tersebut, menurut Sudirman Pemprov bisa juga memberikan subsidi kepada pengusaha angkutan umum.
"Ini bisa menjadi solusi, dengan memberikan subsidi, apalagi selama ini kami para pengusaha angkutan tidak pernah mendapatkan subsidi dari Gubernur untuk merevitalisasi kendaraan seperti Metromini ataupun Kopaja," papar Sudirman.
Apalagi pada beberapa kesempatan, lanjut Sudirman, Gubernur Jokowi sudah menyampaikan dua alternatif pilihan yaitu sistem peremajaan melalui hibah atau subsidi.
"Gubernur sendiri akan membuat sistem peremajaan melalui hibah atau subsidi, nah ini seperti apa," tuturnya.
Sebelumnya Gubernur Jokowi memastikan tidak akan ada kenaikan tarif angkutan setelah dilakukan peremajaan angkutan umum. Proses peremajaan armada angkutan umum dirancang tanpa membebani masyarakat. Peremajaan angkutan umum dapat dilakukan dengan subsidi dan pola hibah.
Jokowi juga berjanji tidak akan membebani pengusaha angkutan umum. Selain itu mantan Wali Kota Solo ini juga akan memikirkan bagaimana meningkatkan kesejahteraan para sopir di tengah upaya meningkatkan layanan umum.
(lns)