Jenazah Yusuf Baddy dibawa keluarga
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 19:55 WIB
Jenazah Yusuf Baddy dibawa keluarga
A
A
A
Sindonews.com - Jenazah Yusuf Baddy (30), korban tewas dalam keributan di Asrama Mahasiswa Papua yang terjadi pada Jumat 19 Oktober 2012, sudah dibawa pihak keluarga ke Jakarta. Jenazah Yusuf dibawa sekitar pukul 15.00 WIB hari ini oleh keluarga termasuk rekan-rekannya.
"Jenazah sudah dibawa pihak keluarga ke Jakarta, tadi sekitar pukul 15.00 WIB," kata Kapolsek Bandung Wetan Kompol Wiharyatmo kepada wartawan saat dihubungi, di Bandung, Sabtu (20/10/2012).
Menurutnya, pemberangkatan mobil jenazah itu dikawal ketat oleh kendaraan polisi sampai pintu Tol Pasteur. Selepas itu, kendaraan jenazah langsung berangkat ke Jakarta tanpa pengawalan lebih lanjut.
"Kita hanya mengantar sampai batas wilayah hukum kita saja. Rencananya, jenazah akan langsung dibawa ke kampung halamannya di Papua," katanya.
Selepas pemberangkatan jenazah, malam ini rencananya akan digelar prosesi sembahyang atas meninggalnya Yusuf di Asrama Mahasiswa Papua, di Jalan Cilaki, Kota Bandung.
"Katanya malam ini akan diadakan sembahyang di sana. Itulah kenapa kendaraan umum belum diperbolehkan melintas ke lokasi," ucap Wiharyatmo.
Penutupan jalan itu menurutnya dimaksudkan untuk menghargai kerabat serta rekan-rekan korban yang telah kelihangan Yusuf. "Makanya tidak boleh ada kendaraan yang melintas dulu untuk sementara waktu," katanya.
Lebih jauh, lanjut Wiharyatmo, penutupan jalan itu sebagai langkah antisipasi guna mencegah pihak luar yang tidak berkepentingan masuk ke area TKP. "Intinya untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan yang tidak diharapkan,"katanya.
Seperti diketahui, Yusuf meninggal dunia akibat terlibat dalam bentokan di Asrama Papua, Jalan Cilaki No 59, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat. Yusuf mengembuskan nafas terakhirnya setelah mengalami luka tikaman benda tajam di bagian dada dan luka hantaman benda tumpul di kepala dan badan.
"Jenazah sudah dibawa pihak keluarga ke Jakarta, tadi sekitar pukul 15.00 WIB," kata Kapolsek Bandung Wetan Kompol Wiharyatmo kepada wartawan saat dihubungi, di Bandung, Sabtu (20/10/2012).
Menurutnya, pemberangkatan mobil jenazah itu dikawal ketat oleh kendaraan polisi sampai pintu Tol Pasteur. Selepas itu, kendaraan jenazah langsung berangkat ke Jakarta tanpa pengawalan lebih lanjut.
"Kita hanya mengantar sampai batas wilayah hukum kita saja. Rencananya, jenazah akan langsung dibawa ke kampung halamannya di Papua," katanya.
Selepas pemberangkatan jenazah, malam ini rencananya akan digelar prosesi sembahyang atas meninggalnya Yusuf di Asrama Mahasiswa Papua, di Jalan Cilaki, Kota Bandung.
"Katanya malam ini akan diadakan sembahyang di sana. Itulah kenapa kendaraan umum belum diperbolehkan melintas ke lokasi," ucap Wiharyatmo.
Penutupan jalan itu menurutnya dimaksudkan untuk menghargai kerabat serta rekan-rekan korban yang telah kelihangan Yusuf. "Makanya tidak boleh ada kendaraan yang melintas dulu untuk sementara waktu," katanya.
Lebih jauh, lanjut Wiharyatmo, penutupan jalan itu sebagai langkah antisipasi guna mencegah pihak luar yang tidak berkepentingan masuk ke area TKP. "Intinya untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan yang tidak diharapkan,"katanya.
Seperti diketahui, Yusuf meninggal dunia akibat terlibat dalam bentokan di Asrama Papua, Jalan Cilaki No 59, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat. Yusuf mengembuskan nafas terakhirnya setelah mengalami luka tikaman benda tajam di bagian dada dan luka hantaman benda tumpul di kepala dan badan.
(san)