Sewindu memimpin, SBY dapat rapor merah
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 17:25 WIB
Sewindu memimpin, SBY dapat rapor merah
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat raport merah dari Aliansi Masyarakat Untuk KPK, Keadilan, dan Kedaulatan (AMUK) Yogyakarta, selama satu windu (delapan tahun) memimpin. SBY dinilai gagal melakukan penegakan hukum dan melakukan pemberantasan korupsi.
“Kita mendesak Presiden SBY untuk mempertanggunjawabkan kegagalan kepada rakyat Indonesia. Kita memberi ultimatum kepada pemerintah SBY selama 100 hari kedepan untuk memperbaiki kinerja yang gagal dengan langkah kebijakan yang nyata, bukan pencitraan,” ujar Koordinator Umum AMUK DIY Zuhad Aji Firmantoro, di DIY, Jumat (19/10/2012).
Selain itu, SBY juga dinilai gagal dalam bidang pemenuhan HAM dan Penegakan Keadilan, serta bidang penegakan kedaulatan bangsa meliputi kedaulatan politik, ekonomi, dan budaya.
"Jika dalam 100 hari rezim SBY masih gagal dalam menjalankan amanah dan tuntutan rakyat, kami menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk mencabut mandat pemerintah SBY-Boediono demi tegaknya Indonesia yang adil, berdaulat, dan bebas dari korupsi," tegasnya.
Aksi demonstrasi AMUK, dimulai dari depan pintu masuk Gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro Yogyakarta. Sambil membentangkan spanduk besar bertuliskan "SBY Gagal! Berantas Korupsi, Menegakan Keadilan dan Kedaulatan Bangsa", mereka berjalan menuju Gedung Agung Yogyakarta untuk menyampaikan aspirasinya.
“Kita mendesak Presiden SBY untuk mempertanggunjawabkan kegagalan kepada rakyat Indonesia. Kita memberi ultimatum kepada pemerintah SBY selama 100 hari kedepan untuk memperbaiki kinerja yang gagal dengan langkah kebijakan yang nyata, bukan pencitraan,” ujar Koordinator Umum AMUK DIY Zuhad Aji Firmantoro, di DIY, Jumat (19/10/2012).
Selain itu, SBY juga dinilai gagal dalam bidang pemenuhan HAM dan Penegakan Keadilan, serta bidang penegakan kedaulatan bangsa meliputi kedaulatan politik, ekonomi, dan budaya.
"Jika dalam 100 hari rezim SBY masih gagal dalam menjalankan amanah dan tuntutan rakyat, kami menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk mencabut mandat pemerintah SBY-Boediono demi tegaknya Indonesia yang adil, berdaulat, dan bebas dari korupsi," tegasnya.
Aksi demonstrasi AMUK, dimulai dari depan pintu masuk Gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro Yogyakarta. Sambil membentangkan spanduk besar bertuliskan "SBY Gagal! Berantas Korupsi, Menegakan Keadilan dan Kedaulatan Bangsa", mereka berjalan menuju Gedung Agung Yogyakarta untuk menyampaikan aspirasinya.
(san)