Kritis, 2 korban dirujuk ke RS Wahidin
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 15:49 WIB
Kritis, 2 korban dirujuk ke RS Wahidin
A
A
A
Sindonews.com - Dua korban kecelakaan antara mobil pemadam kebakaran (Damkar) dengan mobil angkutan kota (angkot) yang terjadi di Jalan Poros Bantaeng-Bulukumba di rujuk ke Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kabid Pelayanan Medik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Anwar Makkatutu Bantaeng, Hikma mengatakan kedua korban memang harus dirujuk ke Makassar, lantaran RSUD Prof Anwar Makkatutu masih mengalami keterbatasan peralatan untuk melakukan tindakan medis dan terapi.
Kedua korban yang dirujuk yakni Sanna (40), dan Lisa (3). Sementara korban lainnya yang masih menjalani perawatan di RSUD sudah mulai membaik.
“Kami masih melakukan perawatan intensif dengan korban yang masih ada di sini,” ungkap Hikma menjelaskan kepada wartawan, Jumat (19/10/2012).
Salah seorang keluarga korban, Anto (18) yang ditemui di RSUD Bantaeng mengatakan kondisi kakaknya bersama kedua anaknya semakin memburuk. Sejak masuk di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Prof Anwar Makkatutu, kondisi ketiganya hingga saat ini belum sadarkan diri.
”Luka di bagian leher semakin membengkak. Setelah dokter menyarankan dirujuk, keluarga langsung setuju,” ujarnya.
Kondisi anaknya Lisa dan Aco (10 bulan), kondisinya semakin menurun akibat luka di bagian kepala. Dia mengatakan, saat ini keluarga korban bingung memikirkan biaya sehari-hari selama di rumah sakit. Kondisi keluarga miskin ini mengaku hanya pasrah. Dia hanya bisa berharap dari Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) agar pengobatannya gratis.
Kasat Lantas Polres Bantaeng Iptu Ramadhaniel mengatakan, untuk penanganan kasus kecelakaan tersebut, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan, terutama kesaksian para korban. Pihaknya hingga kini masih harus menunggu hingga kondisi para korban membaik.
Sekadar diketahui, kecelakaan antara mobil Damkar Pemkab Bantaeng yang akan menuju ke lokasi Kebakaran di Desa Bete Balle. Namun, sebelum tiba di lokasi, tepatnya di Jalan Poros Kampung Pasorongi, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, pada Kamis 18 Oktober mobil Damkar tersebut menabrak angkot hingga menyebabkan satu orang tewas seketika, dan 13 orang luka-luka.
Kabid Pelayanan Medik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Anwar Makkatutu Bantaeng, Hikma mengatakan kedua korban memang harus dirujuk ke Makassar, lantaran RSUD Prof Anwar Makkatutu masih mengalami keterbatasan peralatan untuk melakukan tindakan medis dan terapi.
Kedua korban yang dirujuk yakni Sanna (40), dan Lisa (3). Sementara korban lainnya yang masih menjalani perawatan di RSUD sudah mulai membaik.
“Kami masih melakukan perawatan intensif dengan korban yang masih ada di sini,” ungkap Hikma menjelaskan kepada wartawan, Jumat (19/10/2012).
Salah seorang keluarga korban, Anto (18) yang ditemui di RSUD Bantaeng mengatakan kondisi kakaknya bersama kedua anaknya semakin memburuk. Sejak masuk di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Prof Anwar Makkatutu, kondisi ketiganya hingga saat ini belum sadarkan diri.
”Luka di bagian leher semakin membengkak. Setelah dokter menyarankan dirujuk, keluarga langsung setuju,” ujarnya.
Kondisi anaknya Lisa dan Aco (10 bulan), kondisinya semakin menurun akibat luka di bagian kepala. Dia mengatakan, saat ini keluarga korban bingung memikirkan biaya sehari-hari selama di rumah sakit. Kondisi keluarga miskin ini mengaku hanya pasrah. Dia hanya bisa berharap dari Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) agar pengobatannya gratis.
Kasat Lantas Polres Bantaeng Iptu Ramadhaniel mengatakan, untuk penanganan kasus kecelakaan tersebut, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan, terutama kesaksian para korban. Pihaknya hingga kini masih harus menunggu hingga kondisi para korban membaik.
Sekadar diketahui, kecelakaan antara mobil Damkar Pemkab Bantaeng yang akan menuju ke lokasi Kebakaran di Desa Bete Balle. Namun, sebelum tiba di lokasi, tepatnya di Jalan Poros Kampung Pasorongi, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, pada Kamis 18 Oktober mobil Damkar tersebut menabrak angkot hingga menyebabkan satu orang tewas seketika, dan 13 orang luka-luka.
(azh)