DPRD Mamuju anggarkan penambahan mobil damkar
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 14:46 WIB
DPRD Mamuju anggarkan penambahan mobil damkar
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mamuju akhirnya menganggarkan menambahkan satu unit armada pemadam kebakaran (Damkar) seharga Rp1,2 miliar. Keputusan itu diambil usai rapat penyelarasan setiap komisi DPRD Mamuju.
Selama ini armada tersebut dikeluhkan oleh masyarakat bahkan petugas pemadam kebakaran sendiri. Kondisinya memprihatinkan dan tidak layak pakai. ironinya, Pemkab Mamuju tidak menganggarkannya pada APBD pokok. Pemerintah menilai, masih lebih urgen menambah armada pengangkut sampah.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Kebersihan Mamuju Syamsul, mengaku tidak ada pengusulan program baru dalam APBD perubahan. Dia hanya fokus pada penambahan satu unit armada Damkar.
"Anggaran itu termasuk untuk kelengkapan untuk keselamatan setiap personel pemadam. Seperti baju, jaket dan helm. Selama ini memang keadaannya cukup mempriharinkan. Petugas Damkar tidak dapat berbuat maksimal karena kurangnya perlengkapan dan peralatan. Meski sebenarnya mereka sudah berupaya sekuat tenaga," ungkap Syamsul menjelaskan kepada wartawan, Jumat (19/10/2012).
Komentar itu beralasan. Karena setiap terjadi musibah kebakaran, para petugas itu justru menjadi bulan-bulanan cemoohan warga. Bahkan pada kejadian terakhir saat Pasar Sentral Mamuju bagian utara terbakar, para petugas Damkar dilempari warga karena mobilnya mogok.
Ketua DPRD Mamuju Sugianto, mengatakan, pemerintah harus berani mengambil resiko defisit untuk kepentingan rakyatnya. Artinya, tidak ada alasan lagi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Mamuju secara umum. Termasuk pengadaan Damkar.
Selama ini armada tersebut dikeluhkan oleh masyarakat bahkan petugas pemadam kebakaran sendiri. Kondisinya memprihatinkan dan tidak layak pakai. ironinya, Pemkab Mamuju tidak menganggarkannya pada APBD pokok. Pemerintah menilai, masih lebih urgen menambah armada pengangkut sampah.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Kebersihan Mamuju Syamsul, mengaku tidak ada pengusulan program baru dalam APBD perubahan. Dia hanya fokus pada penambahan satu unit armada Damkar.
"Anggaran itu termasuk untuk kelengkapan untuk keselamatan setiap personel pemadam. Seperti baju, jaket dan helm. Selama ini memang keadaannya cukup mempriharinkan. Petugas Damkar tidak dapat berbuat maksimal karena kurangnya perlengkapan dan peralatan. Meski sebenarnya mereka sudah berupaya sekuat tenaga," ungkap Syamsul menjelaskan kepada wartawan, Jumat (19/10/2012).
Komentar itu beralasan. Karena setiap terjadi musibah kebakaran, para petugas itu justru menjadi bulan-bulanan cemoohan warga. Bahkan pada kejadian terakhir saat Pasar Sentral Mamuju bagian utara terbakar, para petugas Damkar dilempari warga karena mobilnya mogok.
Ketua DPRD Mamuju Sugianto, mengatakan, pemerintah harus berani mengambil resiko defisit untuk kepentingan rakyatnya. Artinya, tidak ada alasan lagi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Mamuju secara umum. Termasuk pengadaan Damkar.
(azh)