Keberadaan kapal ikan Kulonprogo tak jelas
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 11:04 WIB
Keberadaan kapal ikan Kulonprogo tak jelas
A
A
A
Sindonews.com - Keberadaan kapal ikan Kulonprogo hingga kini belum jelas. Kapal dengan muatan 30 gross ton ini seolah menghilang sejak awal dioperasikan.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo mengeluhkan minimnya informasi jejak kapal ikan Kulonprogo yang ditempatkan di beberapa daerah, seperti Pacitan dan Cilacap. DPRD bahkan tak tahu berapa jumlah kapal yang dimiliki serta besaran kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota Komisi IV DPRD Kulonprogo, Kasdiono mengatakan, belum ada data pasti keberadaan kapal ikan berkapasitas besar milik Kulonprogo. Dewan akan menelusuri jejak kapal-kapal itu melalui dinas terkait.
"Kita tidak tahu. Kita tidak punya data pasti soal itu," ungkap Kasdiono menjelaskan kepada wartawan, Jumat (19/10/2012).
Dia mengatakan, detail informasi mengenai kapal-kapal itu dibutuhkan terutama karena Kulonprogo akan mengoperasikan pelabuhan ikan skala internasional, Tanjung Adikarta. Sehingga, kapal yang dimiliki dapat dioperasikan di perairan sendiri, bukan di tempat lain.
Di samping itu, lanjut dia, DPRD juga ingin ada kejelasan operasional, awak kapal serta persentase nelayan Kulonprogo yang ada di kapal itu.
"Informasi sementara, hanya dua nelayan saja yang terlibat dari 17 Anak Buah Kapal (ABK) yang mengoperasikan kapal. Itu pun posisinya apa kita tidak tahu," terang dia.
Dia meminta Dinas Kelautan, Perikanan, Dan Peternakan (Kepenak) lebih peka merespon persoalan ini. Dinas juga diminta memberi pelatihan bagi nelayan lokal agar dapat bersaing dengan nelayan dari luar daerah saat Tanjung Adikarta dioperasikan.
"Mengoperasikan kapal besar dengan yang kecil kan beda. Harus ada penyesuaian. Dinas harus tanggap dengan memberi pelatihan. Jangan hanya diam saja. Nanti nelayan kita tidak bisa bersaing di rumah sendiri," tandasnya.
Informasi kapal ikan Kulonprogo berkapasitas lebih 30 gross ton, simpang siur. Ada informasi menyebut kapal berada di Pacitan serta Sadeng, Gunungkidul. Namun ada juga yang menyebut, kapal di Sadeng sudah dipindahkan ke perairan Cilacap, Jawa Tengah.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo mengeluhkan minimnya informasi jejak kapal ikan Kulonprogo yang ditempatkan di beberapa daerah, seperti Pacitan dan Cilacap. DPRD bahkan tak tahu berapa jumlah kapal yang dimiliki serta besaran kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota Komisi IV DPRD Kulonprogo, Kasdiono mengatakan, belum ada data pasti keberadaan kapal ikan berkapasitas besar milik Kulonprogo. Dewan akan menelusuri jejak kapal-kapal itu melalui dinas terkait.
"Kita tidak tahu. Kita tidak punya data pasti soal itu," ungkap Kasdiono menjelaskan kepada wartawan, Jumat (19/10/2012).
Dia mengatakan, detail informasi mengenai kapal-kapal itu dibutuhkan terutama karena Kulonprogo akan mengoperasikan pelabuhan ikan skala internasional, Tanjung Adikarta. Sehingga, kapal yang dimiliki dapat dioperasikan di perairan sendiri, bukan di tempat lain.
Di samping itu, lanjut dia, DPRD juga ingin ada kejelasan operasional, awak kapal serta persentase nelayan Kulonprogo yang ada di kapal itu.
"Informasi sementara, hanya dua nelayan saja yang terlibat dari 17 Anak Buah Kapal (ABK) yang mengoperasikan kapal. Itu pun posisinya apa kita tidak tahu," terang dia.
Dia meminta Dinas Kelautan, Perikanan, Dan Peternakan (Kepenak) lebih peka merespon persoalan ini. Dinas juga diminta memberi pelatihan bagi nelayan lokal agar dapat bersaing dengan nelayan dari luar daerah saat Tanjung Adikarta dioperasikan.
"Mengoperasikan kapal besar dengan yang kecil kan beda. Harus ada penyesuaian. Dinas harus tanggap dengan memberi pelatihan. Jangan hanya diam saja. Nanti nelayan kita tidak bisa bersaing di rumah sendiri," tandasnya.
Informasi kapal ikan Kulonprogo berkapasitas lebih 30 gross ton, simpang siur. Ada informasi menyebut kapal berada di Pacitan serta Sadeng, Gunungkidul. Namun ada juga yang menyebut, kapal di Sadeng sudah dipindahkan ke perairan Cilacap, Jawa Tengah.
(azh)