Warga cemas bendungan Way Ela jebol
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 08:51 WIB
Warga cemas bendungan Way Ela jebol
A
A
A
Sindonews.com - Mendapat peringatan dari Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB), warga di Desa Negerilima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku mulai mengungsi.
Warga memilih mengungsi setelah BNPB mengeluarkan peringatan jebolnya Bendungan Way Ela. Mendengar peringatan tersebut, warga yang khawatir meninggalkan pemukiman mereka yang berjarak dua kilometer dari lokasi bendungan.
Di lokasi pengungsiannya, warga secara mandiri membangun tenda-tenda dan rumah berdinding batang pohon sagu atau biasa disebut gaba-gaba secara sederhana dan hanya berlantai tanah. Meski tinggal di lokasi yang tergolong aman, namun pengungsi masih saja cemas.
"Saya tidak bisa hidup dan tidur dengan tenang karena merasa cemas serta khawatir jebolnya bendungan," ungkap salah seorang pengungsi, Siti Nya Moni menjelaskan kepada wartawan, Jumat (19/10/2012).
Warga juga mengaku tidak tahu sampai kapan harus mengungsi. Bahkan ada warga yang sudah mengungsi sejak tiga bulan lalu akibat longsornya perbukitan 13 Juni lalu. Selama tiga bulan mengungsi, mereka mengaku sudah dua kali mendapat bantuan bahan makanan dari pemerintah setempat.
BNPB mengeluarkan status siaga darurat bagi Bendungan Way Ela. Bendungan tersebut terancam jebol seiring intensitas air yang meningkat jelang musim penghujan.
Bendungan Way Ela merupakan bendungan yang terbentuk secara alami. Bendungan terbentuk secara alami akibat longsornya perbukitan di kawasan tersebut pada 13 Juni lalu. Diperkirakan, volume air akan meningkat pada bulan November nanti.
Warga memilih mengungsi setelah BNPB mengeluarkan peringatan jebolnya Bendungan Way Ela. Mendengar peringatan tersebut, warga yang khawatir meninggalkan pemukiman mereka yang berjarak dua kilometer dari lokasi bendungan.
Di lokasi pengungsiannya, warga secara mandiri membangun tenda-tenda dan rumah berdinding batang pohon sagu atau biasa disebut gaba-gaba secara sederhana dan hanya berlantai tanah. Meski tinggal di lokasi yang tergolong aman, namun pengungsi masih saja cemas.
"Saya tidak bisa hidup dan tidur dengan tenang karena merasa cemas serta khawatir jebolnya bendungan," ungkap salah seorang pengungsi, Siti Nya Moni menjelaskan kepada wartawan, Jumat (19/10/2012).
Warga juga mengaku tidak tahu sampai kapan harus mengungsi. Bahkan ada warga yang sudah mengungsi sejak tiga bulan lalu akibat longsornya perbukitan 13 Juni lalu. Selama tiga bulan mengungsi, mereka mengaku sudah dua kali mendapat bantuan bahan makanan dari pemerintah setempat.
BNPB mengeluarkan status siaga darurat bagi Bendungan Way Ela. Bendungan tersebut terancam jebol seiring intensitas air yang meningkat jelang musim penghujan.
Bendungan Way Ela merupakan bendungan yang terbentuk secara alami. Bendungan terbentuk secara alami akibat longsornya perbukitan di kawasan tersebut pada 13 Juni lalu. Diperkirakan, volume air akan meningkat pada bulan November nanti.
(azh)