Pemprov DKI ajak Askes jamin kesehatan warga
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 08:01 WIB
Pemprov DKI ajak Askes jamin kesehatan warga
A
A
A
Sindonews.com - Guna menjamin kesehatan warga Jakarta, Pemprov DKI Jakarta berencana akan menggandeng PT Askes dalam membantu warga yang sakit dan membutuhkan biaya pengobatan.
"Makanya kami ajak Askes untuk mau membantu menjamin kesehatan warga Jakarta," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnamausai menemui sejumlah perwakilan PT Askes di gedung Balai Kota Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2012).
Lebih lanjut, menurutnya, dengan anggaran kesehatan DKI yang mencapai Rp700 miliar pihaknya ingin agar seluruh warga DKI dapat tercover kartu sehat. Untuk itu dirinya berharap agar Askes dapat membantu merealisasikan hal tersebut bersama-sama.
"Jakarta dapat menjadi pilot project penanganan kesehatan, makanya saya minta Askes dapat membantu. Kebetulan kan dia juga punya kepentingan di 2014. Jadi Jakarta menawarkan tempat latihan, tetapi anda harus keluarkan uang juga," ungkap Ahok.
Mengenai rencana pembagian kartu sehat sendiri, dia menjelaskan, akan sesegera mungkin menyebarkan kepada warga, karena hal tersebut merupakan salah satu janjinya selama berkampanye lalu.
"Disegerakan kemungkinan November, namun prioritas bagi yang sakit di Puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) terlebih dahulu," paparnya.
Ditambahkan mantan politikus Golkar ini, nantinya setiap Puskesmas dan RSUD akan dapat menjadi tempat pelayanan bagi warga yang sakit secara gratis.
"Swasta pun akan seperti itu, namun kalau swasta kan hanya 25 persen saja kelas III nya. Itupun kalau penuh tidak dapat naik ke kelas II, berbeda dengan RSUD," terangnya.
Dia juga memastikan, seluruh warga Jakarta nantinya akan tercover oleh Kartu Sehat tersebut. Sementara untuk warga yang tinggal di Jakarta, namun memiliki KTP di luar Jakarta maka akan di cover dengan program Jamkesmas.
"Orang kaya pastinya kan enggan masuk kelas III, untuk itu maka saya kira hanya ada empat jutaan warga saja yang akan masuk ke dalam program kartu sehat dan dilayani di kelas III," tandasnya.
Dian ramdhani
"Makanya kami ajak Askes untuk mau membantu menjamin kesehatan warga Jakarta," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnamausai menemui sejumlah perwakilan PT Askes di gedung Balai Kota Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2012).
Lebih lanjut, menurutnya, dengan anggaran kesehatan DKI yang mencapai Rp700 miliar pihaknya ingin agar seluruh warga DKI dapat tercover kartu sehat. Untuk itu dirinya berharap agar Askes dapat membantu merealisasikan hal tersebut bersama-sama.
"Jakarta dapat menjadi pilot project penanganan kesehatan, makanya saya minta Askes dapat membantu. Kebetulan kan dia juga punya kepentingan di 2014. Jadi Jakarta menawarkan tempat latihan, tetapi anda harus keluarkan uang juga," ungkap Ahok.
Mengenai rencana pembagian kartu sehat sendiri, dia menjelaskan, akan sesegera mungkin menyebarkan kepada warga, karena hal tersebut merupakan salah satu janjinya selama berkampanye lalu.
"Disegerakan kemungkinan November, namun prioritas bagi yang sakit di Puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) terlebih dahulu," paparnya.
Ditambahkan mantan politikus Golkar ini, nantinya setiap Puskesmas dan RSUD akan dapat menjadi tempat pelayanan bagi warga yang sakit secara gratis.
"Swasta pun akan seperti itu, namun kalau swasta kan hanya 25 persen saja kelas III nya. Itupun kalau penuh tidak dapat naik ke kelas II, berbeda dengan RSUD," terangnya.
Dia juga memastikan, seluruh warga Jakarta nantinya akan tercover oleh Kartu Sehat tersebut. Sementara untuk warga yang tinggal di Jakarta, namun memiliki KTP di luar Jakarta maka akan di cover dengan program Jamkesmas.
"Orang kaya pastinya kan enggan masuk kelas III, untuk itu maka saya kira hanya ada empat jutaan warga saja yang akan masuk ke dalam program kartu sehat dan dilayani di kelas III," tandasnya.
Dian ramdhani
(mhd)