Jokowi ingin pemukiman warga Marunda nyaman

Jum'at, 19 Oktober 2012 - 00:59 WIB
Jokowi ingin pemukiman...
Jokowi ingin pemukiman warga Marunda nyaman
A A A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi melanjutkan rangkaian kunjungannya bertemu warga DKI Jakarta khusunya wilayah Marunda, Jakarta Utara.

Selain ingin mengecek secara langsung kondisi pemukiman warga rusun di sana, Jokowi juga sempat melihat kondisi Kanal Banjir Timur (KBT) yang memang melintas dan bermuara diwilayah tersebut.

Menurut Jokowi dirinya mengaku prihatin dengan sejumlah pemukiman warga yang tinggal di rumah susun (rusun), dan tidak adanya pemeliharaan sarana dan prasarana bagi warga yang tinggal di sana. Selain itu akses angkutan umum dan jauhnya letak pemukiman dari pusat ekonomi menjadi permasalahan selanjutnya.

"Saya selalu datang ketempat yang ada masalah. Seperti di sini total ada 26 blok yang terdiri dari 100 flat setiap rumahnya. Namun 19 blok tidak terisi dan kondisinya memprihatinkan," ucap Jokowi prihatin, di Marunda, Jakarta Utara, Kamis (17/10/2012).

Berdasarkan pantauan dilokasi, terlihat sejumlah rusun yang tidak berpenghuni mengalami kerusakan seperti beberapa jendela sudah mulai rusak dan nyaris copot, tembok yang memudar, serta seringnya terjadi aksi penjarahan barang. "Untuk itu saya perintahkan ini semua diperbaiki sesegera mungkin," katanya.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan, perhatian terhadap sarana dan prasarana penghuni rusun juga harus diperhatikan. Karena hal tersebut akan berdampak kepada tingkat ekonomi warga yang tinggal didaerah tersebut.

"Kalau masyarakat yg berpenghasilan rendah sudah dibawa kesini seharusnya dibarengi dengan fasilitas yang memadai, diperbaiki dong seperti puskesmas, angkutannya, transportasinya," jelas mantan Wali KOta Solo, Jawa Tengah ini.

Diterangkan Jokowi, untuk menggairahkan ekonomi warga yang sebagian besar berada di ekonomi menengah kebawah, Jokowi meminta agar warga diberikan insentif dan tidak diberatkan. "Bila perlu digratiskan terlebih dahulu selama tiga hingga lima tahun," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang warga Sanjaya mengaku, selama tinggal di dusun dirinya kerap mengalami kesulitan, terutama masalah angkutan umum dan sulitnya mendapatkan air bersih. "Airnya sulit, kalaupun beli harganya mahal, karena air di sini rasanya sudah asin," ungkapnya.

Lebih lanjut masalah transportasi yang tidak menjangkau daerah tersebut membuat warga kesulitan dalam menjangkau ke tempat-tempat lain. "Kalau tidak punya motor maka akan sulit kemana-mana," lanjutnya.
(mhd)
Berita Terkait
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
Ahok Kebanjiran Pertanyaan...
Ahok Kebanjiran Pertanyaan Soal Apikasi Jangkau Besutannya
Kaesang soal Ahok Mundur...
Kaesang soal Ahok Mundur dari Komut: Dari TKN Banyak Kok
Berita Terkini
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
32 menit yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
1 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
2 jam yang lalu
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
2 jam yang lalu
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
3 jam yang lalu
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved