Pengusaha Metromini sambut keinginan Jokowi
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 00:06 WIB
Pengusaha Metromini sambut keinginan Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang menginginkan adanya peremajaan disejumlah angkutan umum di Jakarta, Direktur Umum PT Metro Mini, T Halomoan Panjaitan mengaku mendukung kebijakan tersebut.
Saat dimintai konfirmasi mengenai hal tersebut Halomoan mengaku saat ini pihaknya memang tengah melakukan sejumlah perbaikan dan kemungkinan peremajaan dari armada metromini yang jumlahnya mencapai 33.000 armada.
"Kami dukung program pak gubernur. Tapi sekarang pun kami sedang merumuskan program peremajaan seluruh armada metro mini," ujar Halomoan di Kantor Pengurus Metromini, di Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Menurutnya, peremajaan itu sebagai respons direksi terhadap Dinas Perhubungan DKI yang mengancam akan menghentikan izin operasi metromini.
Apalagi, ancaman itu sempat menimbulkan keresahan di kalangan pemilik armada bus yang kini jumlahnya mencapai 2.300 orang.
"Saat ini, telah ditentukan spesifikasi bus yang akan dioperasikan, yakni bus berbahan bakar solar, berpendingan udara, dengan 25 kursi penumpang. Harganya berkisar Rp 500 juta untuk setiap unitnya," terangnya.
Lebih lanjut dikatakan Halomoan, dengan tingginya harga per armada, maka pihaknya saat ini belum dapat merealisasikannya dan hal tersebut kini masih dalam pembahasan. "Dalam pembahasan itu diharapkan Pemerintah Provinsi DKI dapat ikut memberikan subsidi pembelian armada baru," harapnya.
Ditambahkannya, dirinya meminta apabila angkutan metromini telah laik dan dilengkapi dengan berbagai sarana, maka pihaknya juga meminta agar dilakukan penyesuaian tarif.
"Kami juga akan mengusulkan agar tarif bus metromini dinaikkan dari Rp2.000 menjadi Rp5.000 per penumpang. Sebab tarif yang sekarang tak memberikan kelebihan apa pun bagi sopir. Karena seluruh pendapatan lebih banyak dipakai untuk setoran kepada pemilik bus," jelasnya.
Saat dimintai konfirmasi mengenai hal tersebut Halomoan mengaku saat ini pihaknya memang tengah melakukan sejumlah perbaikan dan kemungkinan peremajaan dari armada metromini yang jumlahnya mencapai 33.000 armada.
"Kami dukung program pak gubernur. Tapi sekarang pun kami sedang merumuskan program peremajaan seluruh armada metro mini," ujar Halomoan di Kantor Pengurus Metromini, di Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Menurutnya, peremajaan itu sebagai respons direksi terhadap Dinas Perhubungan DKI yang mengancam akan menghentikan izin operasi metromini.
Apalagi, ancaman itu sempat menimbulkan keresahan di kalangan pemilik armada bus yang kini jumlahnya mencapai 2.300 orang.
"Saat ini, telah ditentukan spesifikasi bus yang akan dioperasikan, yakni bus berbahan bakar solar, berpendingan udara, dengan 25 kursi penumpang. Harganya berkisar Rp 500 juta untuk setiap unitnya," terangnya.
Lebih lanjut dikatakan Halomoan, dengan tingginya harga per armada, maka pihaknya saat ini belum dapat merealisasikannya dan hal tersebut kini masih dalam pembahasan. "Dalam pembahasan itu diharapkan Pemerintah Provinsi DKI dapat ikut memberikan subsidi pembelian armada baru," harapnya.
Ditambahkannya, dirinya meminta apabila angkutan metromini telah laik dan dilengkapi dengan berbagai sarana, maka pihaknya juga meminta agar dilakukan penyesuaian tarif.
"Kami juga akan mengusulkan agar tarif bus metromini dinaikkan dari Rp2.000 menjadi Rp5.000 per penumpang. Sebab tarif yang sekarang tak memberikan kelebihan apa pun bagi sopir. Karena seluruh pendapatan lebih banyak dipakai untuk setoran kepada pemilik bus," jelasnya.
(mhd)