Pemuda nekat edar upal untuk biaya nikah
Kamis, 18 Oktober 2012 - 21:42 WIB
Pemuda nekat edar upal untuk biaya nikah
A
A
A
Sindonews.com — Nasib nahas menimpa Antonius kein (26) warga pulau Solor Nusa Tenggara Timur (NTT). Berniat memenuhi biaya pernikahannya, dia justru tertangkap saat mengedarkan uang palsu (Upal) Rp10 juta di Kefamenanu Timor Tengah Utara (TTU).
“Kerja saya sebelumnya tukang edit foto dan video, namun untuk biaya nikah tidak cukup. Rencananya saya mau nikah dengan calon istri saya 26 Oktober 2012 mendatang,” tutur Antonius Di Kantor Polisi Kefa, NTT, Kamis (18/10/2012).
Menurut pengakuannya, dari hasil mengedarkan uang palsu, ia baru memperoleh uang asli senilai Rp1 juta. Uang palsu itu, ia edarkan di empat toko dan kios sembako di Kota Kefamenanu dengan modus berbelanja.
Saat ini, pelaku masih mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sementara, calon istri pelaku yang mengunjunginya di sel polres siang tadi terlihat tertunduk sedih, tak tega melihat calon suaminya dalam sel.
Sebelumnya diberitakan, aksi pengedar uang palsu ini ditangkap di Kefamenanu saat sedang berbelanja. Pemilik toko yang begitu mengetahui uang tersebut palsu saat disodori pelaku langsung melaporkan kepada pihak polisi.
“Kerja saya sebelumnya tukang edit foto dan video, namun untuk biaya nikah tidak cukup. Rencananya saya mau nikah dengan calon istri saya 26 Oktober 2012 mendatang,” tutur Antonius Di Kantor Polisi Kefa, NTT, Kamis (18/10/2012).
Menurut pengakuannya, dari hasil mengedarkan uang palsu, ia baru memperoleh uang asli senilai Rp1 juta. Uang palsu itu, ia edarkan di empat toko dan kios sembako di Kota Kefamenanu dengan modus berbelanja.
Saat ini, pelaku masih mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sementara, calon istri pelaku yang mengunjunginya di sel polres siang tadi terlihat tertunduk sedih, tak tega melihat calon suaminya dalam sel.
Sebelumnya diberitakan, aksi pengedar uang palsu ini ditangkap di Kefamenanu saat sedang berbelanja. Pemilik toko yang begitu mengetahui uang tersebut palsu saat disodori pelaku langsung melaporkan kepada pihak polisi.
(rsa)