Damkar tabrak angkot, 1 tewas, 13 luka
Kamis, 18 Oktober 2012 - 15:14 WIB
Damkar tabrak angkot, 1 tewas, 13 luka
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah kecelakaan Lalulintas terjadi antara mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Bantaeng dengan angkutan kota (angkot) di Jalan Poros Bantaeng-Bulukumba, Kampung Pasorongi, Kelurahan Lamalaka Bantaeng. Satu orang tewas dan 13 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan bermula saat petugas Damkar Badan Siaga Bencana (BSB) Bantaeng bernomor polisi DD 4154 F menerima telpon adanya kebakaran di Desa Batte Balla, Kecamatan Pajukukang. Setelah menerima laporan tersebut, petugas Damkar langsung menuju ke lokasi kejadian.
Namun, belum tiba di lokasi sekira pukul 10. 20 Wita, mobil Damkar yang dikendarai Sahlan (35) dengan kecepatan tinggi menabrak sebuah angkot (Bantaeng- Bulukumba) dari arah belakang yang sedang berhenti. Diketahui angkot tersebut berpenumpang 11 orang.
Kedua mobil pun terpental ke bagian tengah jalan. Kondisi angkot ringsek total, sementara mobil Damkar yang mengangkut air, hanya ringsek di bagian depan.
Korban yang tewas seketika di lokasi kejadian yakni penumpang Angkot Salli Bone (52), yang terpental ke arah trotoar, dan mengalami luka patah tertutup pada bagian pinggang, tangan kiri putus, luka robek tangan kanan, kepala pecah, dan usus terburai.
Sementara, beberapa korban lain mengalami luka serius segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bantaeng. Sopir Angkot Kamaruddin, mengalami luka robek pada kepala, sementara sopir Damkar Sahlan mengalami luka robek pada kepala kiri.
Kasat Lantas Polres Bantaeng Iptu Ramadhaniel, mengatakan, untuk sementara pihaknya masih melakukan penyelidikan, karena beberapa korban luka masih berada di RSUD Bantaeng.
“Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), Mobil Damkar yang diduga salah. Namun kami masih harus melakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk memastikannya,” jelas Ramadhaniel, Kamis (18/10/2012).
Sementara itu, Kepala Damkar BSB Bantaeng Ilham mengatakan, saat itu pihaknya memang beriringan, empat Damkar, dan satu mobil Ambulance menuju lokasi kebakaran. Namun, mobil Damkar kedua, yang mengalami insiden tersebut.
Dia mengaku tidak mengetahui pasti kronologisnya. Hanya saja, dia sempat dengar suara keras, setelah melihat kaca spionnya, ternyata mobil iringan ke dua sudah terbalik.
Dia menyebutkan bahwa, pihaknya sudah sesuai prosedur tetap (protap), yakni menyalakan lampu dan Sirine.
“Setelah kejadian, saya menyuruh personel ke lokasi, ternyata tidak ada kebakaran, itu adalah penelpon gelap. Kami akan menyerahkan masalah penelpon gelap ini ke polisi,” ungkap Ilham.
Kecelakaan bermula saat petugas Damkar Badan Siaga Bencana (BSB) Bantaeng bernomor polisi DD 4154 F menerima telpon adanya kebakaran di Desa Batte Balla, Kecamatan Pajukukang. Setelah menerima laporan tersebut, petugas Damkar langsung menuju ke lokasi kejadian.
Namun, belum tiba di lokasi sekira pukul 10. 20 Wita, mobil Damkar yang dikendarai Sahlan (35) dengan kecepatan tinggi menabrak sebuah angkot (Bantaeng- Bulukumba) dari arah belakang yang sedang berhenti. Diketahui angkot tersebut berpenumpang 11 orang.
Kedua mobil pun terpental ke bagian tengah jalan. Kondisi angkot ringsek total, sementara mobil Damkar yang mengangkut air, hanya ringsek di bagian depan.
Korban yang tewas seketika di lokasi kejadian yakni penumpang Angkot Salli Bone (52), yang terpental ke arah trotoar, dan mengalami luka patah tertutup pada bagian pinggang, tangan kiri putus, luka robek tangan kanan, kepala pecah, dan usus terburai.
Sementara, beberapa korban lain mengalami luka serius segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bantaeng. Sopir Angkot Kamaruddin, mengalami luka robek pada kepala, sementara sopir Damkar Sahlan mengalami luka robek pada kepala kiri.
Kasat Lantas Polres Bantaeng Iptu Ramadhaniel, mengatakan, untuk sementara pihaknya masih melakukan penyelidikan, karena beberapa korban luka masih berada di RSUD Bantaeng.
“Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), Mobil Damkar yang diduga salah. Namun kami masih harus melakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk memastikannya,” jelas Ramadhaniel, Kamis (18/10/2012).
Sementara itu, Kepala Damkar BSB Bantaeng Ilham mengatakan, saat itu pihaknya memang beriringan, empat Damkar, dan satu mobil Ambulance menuju lokasi kebakaran. Namun, mobil Damkar kedua, yang mengalami insiden tersebut.
Dia mengaku tidak mengetahui pasti kronologisnya. Hanya saja, dia sempat dengar suara keras, setelah melihat kaca spionnya, ternyata mobil iringan ke dua sudah terbalik.
Dia menyebutkan bahwa, pihaknya sudah sesuai prosedur tetap (protap), yakni menyalakan lampu dan Sirine.
“Setelah kejadian, saya menyuruh personel ke lokasi, ternyata tidak ada kebakaran, itu adalah penelpon gelap. Kami akan menyerahkan masalah penelpon gelap ini ke polisi,” ungkap Ilham.
(rsa)