Prihatin, Jokowi akan remajakan angkutan
Kamis, 18 Oktober 2012 - 00:32 WIB
Prihatin, Jokowi akan remajakan angkutan
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jakarta DKI Joko Widodo mengaku akan segera merapikan moda transportasi di Jakarta. Hal tersebut dilakukan, untuk memberikan rasa aman, dan nyaman kepada para penumpang yang sehari-hari menggunakan angkutan untuk beraktivitas.
Ditemui saat menyambangi terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pria yang akrab disapa Jokowi ini mengaku prihatin dengan kondisi angkutan yang ada di ibu kota. Menurutnya, banyak kendaraan yang tidak laik jalan namun masih tetap digunakan untuk mengangkut penumpang.
"Banyak bus yang umurnya sudah 15 tahun, 20 tahun, ada juga yang 30 tahun. Rem tidak jelas, speedometernya tidak ada. Coba, ini di ibu kota negara. Artinya angkutan tersebut sudah tidak laik, bus itu sudah tidak laik," katanya di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu 17 Oktober 2012 malam.
Dia mengungkapkan, angkutan tersebut seharusnya sudah mengalami peremajaan, dan dapat digantikan dengan kendaraan yang lebih baik. Untuk itu, dirinya berencana akan segera melakukan perbaikan angkutan yang ada di ibu kota, khususnya yang sudah tidak laik jalan.
"Saya sudah perintah ke kepala dinas untuk segera dirumuskan. Yang pasti, nantinya jangan meminta mereka untuk membeli. Karena tidak mungkin, sehingga harus dipakai pola hibah, atau subsidi untuk kepemilikan kendaraannya, sehingga tidak membebani masyarakat," jelasnya.
Menurutnya, banyak kepemilikan angkutan di Jakarta saat ini sudah dipegang oleh orang per orang, sehingga menyulitkan dalam penanganan dan pengawasannya. "Seharusnya itu pakai konsorsium. Sehingga, manajemennya mudah diawasi. Kalau satu-satu seperti ini, jadi rumit penanganannya," tandasnya.
Ditemui saat menyambangi terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pria yang akrab disapa Jokowi ini mengaku prihatin dengan kondisi angkutan yang ada di ibu kota. Menurutnya, banyak kendaraan yang tidak laik jalan namun masih tetap digunakan untuk mengangkut penumpang.
"Banyak bus yang umurnya sudah 15 tahun, 20 tahun, ada juga yang 30 tahun. Rem tidak jelas, speedometernya tidak ada. Coba, ini di ibu kota negara. Artinya angkutan tersebut sudah tidak laik, bus itu sudah tidak laik," katanya di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu 17 Oktober 2012 malam.
Dia mengungkapkan, angkutan tersebut seharusnya sudah mengalami peremajaan, dan dapat digantikan dengan kendaraan yang lebih baik. Untuk itu, dirinya berencana akan segera melakukan perbaikan angkutan yang ada di ibu kota, khususnya yang sudah tidak laik jalan.
"Saya sudah perintah ke kepala dinas untuk segera dirumuskan. Yang pasti, nantinya jangan meminta mereka untuk membeli. Karena tidak mungkin, sehingga harus dipakai pola hibah, atau subsidi untuk kepemilikan kendaraannya, sehingga tidak membebani masyarakat," jelasnya.
Menurutnya, banyak kepemilikan angkutan di Jakarta saat ini sudah dipegang oleh orang per orang, sehingga menyulitkan dalam penanganan dan pengawasannya. "Seharusnya itu pakai konsorsium. Sehingga, manajemennya mudah diawasi. Kalau satu-satu seperti ini, jadi rumit penanganannya," tandasnya.
(lil)