Oknum PNS kedapatan bawa narkoba
Rabu, 17 Oktober 2012 - 16:54 WIB
Oknum PNS kedapatan bawa narkoba
A
A
A
Sindonews.com – Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), menangkap tiga orang warga yang kedapatan sedang membawa narkoba. Dari tiga tersangka yang tertangkap tangan tersebut, dua di antaranya diketahui oknum mahasiswa dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Polman.
Ketiganya adalah Adima Dedi Herianto (22), warga Kelurahan Sugiwaras, Suhardi (41), warga Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo. Sementara, yang satu orang lagi yakni Ahmad Yani (31), warga Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali.
Kasubag Pers Polres Polman, Ipda Abdul Azis mengatakan, ketiganya ditangkap secara berbeda. Awalnya, polisi menangkap Adima Dedi Herianto, yang merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di daerah ini, saat menggelar razia cipta kondisi di depan Polsek Wonomulyo.
Dalam razia itu, petugas menemukan tiga bungkus paket plastik kecil bersisi narkoba, serta satu buah kaca pireks beserta karetnya yang dibawa oleh tersangka.
Tidak lama berselang tertangkapnya oknum mahasiswa itu, di lokasi yang sama, polisi kembali menangkap seorang warga yang diketahui bernama Suhardi, yang juga kedapatan membawa narkoba.
Abdul Azis menjelaskan tersangka kedua diamankan setelah dilakukan penggeledahan dan ditemukan dua bungkus narkoba yang disembunyikan dalam bagasi motor.
Kedua orang ini langsung diamankan di sel tahanan Mapolres. Setelah dilakukan pengembangan terhadap kedua tersangka yang ditangkap sebelumnya, polisi menangkap Ahmad Yani, yang diketahui oknum PNS di daerah ini.
“Dalam penangkapan itu, dirumah tersangka, ditemukan dua bungkus plastik kecil berisi narkoba, satu buah GPS, serta satu buah kaca pireks yang disembunyikan dalam alat GPS,” ungkap Abdul Azis, Rabu (17/10/2012).
Saat ditanya soal jaringan lainnya yang merupakan Bandar narkoba di daerah ini, Abdul Azis mengaku, pihaknya masih melakukan pengejaran.
Dalam razia tersebut, selain mengamankan tiga orang tersangka narkoba, polisi juga mengamankan dua orang yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) jenis badik. Keduanya adalah, Nawir (18),dan Awan Nuari Setiawan (21). Keduanya pun diketahui adalah seorang pelajar dan mahasiswa.
Ketiganya adalah Adima Dedi Herianto (22), warga Kelurahan Sugiwaras, Suhardi (41), warga Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo. Sementara, yang satu orang lagi yakni Ahmad Yani (31), warga Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali.
Kasubag Pers Polres Polman, Ipda Abdul Azis mengatakan, ketiganya ditangkap secara berbeda. Awalnya, polisi menangkap Adima Dedi Herianto, yang merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di daerah ini, saat menggelar razia cipta kondisi di depan Polsek Wonomulyo.
Dalam razia itu, petugas menemukan tiga bungkus paket plastik kecil bersisi narkoba, serta satu buah kaca pireks beserta karetnya yang dibawa oleh tersangka.
Tidak lama berselang tertangkapnya oknum mahasiswa itu, di lokasi yang sama, polisi kembali menangkap seorang warga yang diketahui bernama Suhardi, yang juga kedapatan membawa narkoba.
Abdul Azis menjelaskan tersangka kedua diamankan setelah dilakukan penggeledahan dan ditemukan dua bungkus narkoba yang disembunyikan dalam bagasi motor.
Kedua orang ini langsung diamankan di sel tahanan Mapolres. Setelah dilakukan pengembangan terhadap kedua tersangka yang ditangkap sebelumnya, polisi menangkap Ahmad Yani, yang diketahui oknum PNS di daerah ini.
“Dalam penangkapan itu, dirumah tersangka, ditemukan dua bungkus plastik kecil berisi narkoba, satu buah GPS, serta satu buah kaca pireks yang disembunyikan dalam alat GPS,” ungkap Abdul Azis, Rabu (17/10/2012).
Saat ditanya soal jaringan lainnya yang merupakan Bandar narkoba di daerah ini, Abdul Azis mengaku, pihaknya masih melakukan pengejaran.
Dalam razia tersebut, selain mengamankan tiga orang tersangka narkoba, polisi juga mengamankan dua orang yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) jenis badik. Keduanya adalah, Nawir (18),dan Awan Nuari Setiawan (21). Keduanya pun diketahui adalah seorang pelajar dan mahasiswa.
(azh)