Korban Lapindo masih bertahan di tanggul
Rabu, 17 Oktober 2012 - 15:18 WIB
Korban Lapindo masih bertahan di tanggul
A
A
A
Sindonews.com - Kondisi tanggul penahan lumpur Lapindo sudah kritis, sejumlah warga yang melakukan blokade tetap bertahan. Mereka menuntut pembayaran ganti rugi yang sempat tersendat beberapa bulan ini.
Hingga siang ini, puluhan warga korban lumpur Lapindo masih bertahan di lokasi tanggul. Mereka mengaku tetap akan melanjutkan blokade sampai ada kepastian Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengenai kejelasan pembayaran dari Lapindo.
Koordinator korban lumpur yang tergabung dalam Paguyuban Warga Renokenongo Menolak Kontrak (Pagarekontrak) Sunarto mengatakan, warga tidak akan menghentikan blokir tanggul sebelum ada pembayaran.
"Kami tidak bisa memaksa warga untuk meninggalkan tanggul karena hak mereka belum dipenuhi oleh Lapindo," ujarnya di lokasi tanggul Lapindo, Sidoarjo, Rabu (17/10/2012).
Kekurangan pembayaran aset warga senilai Rp900 miliar, ternyata baru dibayar sekira Rp60 miliar. Padahal mereka berjanji akan melunasinya hingga akhir tahun 2012, sedangkan kalender tahun 2012 hanya kurang dua bulan.
Warga memblokir tanggul lumpur karena kecewa pembayaran belum tuntas. Padahal, pembayaran ganti rugi kawasan yang di luar peta terdampak lumpur sudah tuntas.
"Kami kecewa dengan BPLS, kenapa kok segera melunasi korban lumpur di luar peta terdampak. Kami yang lebih dari enam tahun belum ada penyelesaian," ujar Wiwik, korban lumpur asal Siring.
Sampai saat ini korban lumpur masih berjaga-jaga di sekitar tanggul. Mereka akan bergerak jika ada aktivitas penguatan tanggul hingga ganti rugi tuntas.
Seperti diketahui, kondisi lumpur di kolam penampungan sudah kritis dan sewaktu-waktu bisa meluber. Untuk mengantisipasi hal itu, BPLS berkoordinasi dengan Pemkab Sidoarjo dalam hal penanganan lumpur.
Namun, koordinasi awal tidak menghasilkan apa-apa karena kuncinya hanya pada warga. Jika warga memperbolehkan petugas memperkuat tanggul, penanganan lumpur akan berjalan.
Hingga siang ini, puluhan warga korban lumpur Lapindo masih bertahan di lokasi tanggul. Mereka mengaku tetap akan melanjutkan blokade sampai ada kepastian Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengenai kejelasan pembayaran dari Lapindo.
Koordinator korban lumpur yang tergabung dalam Paguyuban Warga Renokenongo Menolak Kontrak (Pagarekontrak) Sunarto mengatakan, warga tidak akan menghentikan blokir tanggul sebelum ada pembayaran.
"Kami tidak bisa memaksa warga untuk meninggalkan tanggul karena hak mereka belum dipenuhi oleh Lapindo," ujarnya di lokasi tanggul Lapindo, Sidoarjo, Rabu (17/10/2012).
Kekurangan pembayaran aset warga senilai Rp900 miliar, ternyata baru dibayar sekira Rp60 miliar. Padahal mereka berjanji akan melunasinya hingga akhir tahun 2012, sedangkan kalender tahun 2012 hanya kurang dua bulan.
Warga memblokir tanggul lumpur karena kecewa pembayaran belum tuntas. Padahal, pembayaran ganti rugi kawasan yang di luar peta terdampak lumpur sudah tuntas.
"Kami kecewa dengan BPLS, kenapa kok segera melunasi korban lumpur di luar peta terdampak. Kami yang lebih dari enam tahun belum ada penyelesaian," ujar Wiwik, korban lumpur asal Siring.
Sampai saat ini korban lumpur masih berjaga-jaga di sekitar tanggul. Mereka akan bergerak jika ada aktivitas penguatan tanggul hingga ganti rugi tuntas.
Seperti diketahui, kondisi lumpur di kolam penampungan sudah kritis dan sewaktu-waktu bisa meluber. Untuk mengantisipasi hal itu, BPLS berkoordinasi dengan Pemkab Sidoarjo dalam hal penanganan lumpur.
Namun, koordinasi awal tidak menghasilkan apa-apa karena kuncinya hanya pada warga. Jika warga memperbolehkan petugas memperkuat tanggul, penanganan lumpur akan berjalan.
(ysw)