Listrik padam, warga ancam boikot sungai Barito
Senin, 15 Oktober 2012 - 17:26 WIB
Listrik padam, warga ancam boikot sungai Barito
A
A
A
Sindonews.com - Warga Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Forum Peduli Banua (FPB) mengancam akan melakukan pemboikotan Sungai Barito dari lalu lintas angkutan batu bara akibat krisis listrik yang melanda provinsi itu. Hal tersebut dilakukan lantaran pemadaman bergilir 5-6 jam dalam sehari yang dirasa mengganggu aktifitas masyarakat.
"Sangat ada kemungkinan untuk blokir Sungai Barito kalau persoalan ini terus berlanjut-lanjut dan pemerintah tidak memperhatikan persoalan listrik di Kalsel," kata pengurus Forum Peduli Banua Berry Nahdiyan, melalui sambungan telepon, Senin (15/10/2012).
Forum ini menyatakan akan menggalang pengumpulan koin untuk pembangkit independent dan gerakan menolak membayar tagihan listrik. Aksi menurut Berry ini akan terus dilakukan sampai krisis listrik di Kalsel bisa segera teratasi.
Berry menambahkan, ada ketimpangan dalam penyebaran energi oleh pemerintah pusat. Di Pulau Jawa, keluhan soal listrik jarang terdengar. Sementara di Kalsel yang merupakan lumbung energi terutama batubara malah mengalami krisis listrik.
"Kami sadari, kami sebenarnya tidak menginginkan pemboikotan Sungai Barito karena akan berdampak luas. Itu akan kami lakukan untuk kemungkinan terburuk," kata Berry.
Sungai Barito adalah sungai besar yang melintas di Kalimantan Selatan. Dulu, aksi boikot distribusi batubara dengan memblokir Sungai Barito sempat dilakukan sebagai bentuk protes atas kelangkaan BBM di Kalsel.
"Sangat ada kemungkinan untuk blokir Sungai Barito kalau persoalan ini terus berlanjut-lanjut dan pemerintah tidak memperhatikan persoalan listrik di Kalsel," kata pengurus Forum Peduli Banua Berry Nahdiyan, melalui sambungan telepon, Senin (15/10/2012).
Forum ini menyatakan akan menggalang pengumpulan koin untuk pembangkit independent dan gerakan menolak membayar tagihan listrik. Aksi menurut Berry ini akan terus dilakukan sampai krisis listrik di Kalsel bisa segera teratasi.
Berry menambahkan, ada ketimpangan dalam penyebaran energi oleh pemerintah pusat. Di Pulau Jawa, keluhan soal listrik jarang terdengar. Sementara di Kalsel yang merupakan lumbung energi terutama batubara malah mengalami krisis listrik.
"Kami sadari, kami sebenarnya tidak menginginkan pemboikotan Sungai Barito karena akan berdampak luas. Itu akan kami lakukan untuk kemungkinan terburuk," kata Berry.
Sungai Barito adalah sungai besar yang melintas di Kalimantan Selatan. Dulu, aksi boikot distribusi batubara dengan memblokir Sungai Barito sempat dilakukan sebagai bentuk protes atas kelangkaan BBM di Kalsel.
(rsa)