Awas, tanggul lumpur Lapindo kritis
Senin, 15 Oktober 2012 - 14:39 WIB
Awas, tanggul lumpur Lapindo kritis
A
A
A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) khawatir dengan kondisi tanggul lumpur Lapindo yang sudah kritis. Jika tidak segera ditangani dikhawatirkan lumpur bisa meluber.
Namun upaya BPLS untuk melakukan peninggian tanggul terhalang oleh aksi masyarakat korban lumpur Lapindo di lokasi tanggul.
"Kondisi tanggul sudah kritis. Kalau tidak segera ditangani lumpur akan meluber," ujar Deputy Infrastruktur BPLS Sugiyanto, saat melakukan koordinasi dengan Pemkab Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa Pemkab Sidoarjo, Senin (15/10/2012).
Ketinggian lumpur di kolam penampungan sudah mendekati bibir tanggul. Satu-satunya upaya agar lumpur tidak meluber adalah dengan mengalirkan lumpur ke Sungai Porong. Namun, upaya itu tidak akan bisa dilakukan jika warga masih menghalangi aktivitas penguatan tanggul.
"Di beberapa titik tanggul lumpur sudah meninggi. Solusinya tanggul harus ditinggikan. Kendalanya warga masih menghadang penanggulan," tandas Sugiyanto.
Namun, Sugiyanto tidak menyalahkan warga yang memblokade aktivitas penguatan tanggul. Sebab mereka menuntut haknya agar pembayaran asetnya segera dilunasi oleh PT Lapindo Brantas Inc.
Dalam rapat koordinasi penanganan tanggul lumpur menjelang musim hujan itu dihadiri oleh Asisten I Pemkab Sidoarjo Suyono SH. Dalam pertemuan itu belum ada hasil terkait penanganan lumpur.
"Akan dilakukan pertemuan lanjutan untuk menangani lumpur saat musim hujan," ujar Asisten I Pemkab Sidoarjo Suyono.
Sedangkan Kepala Dinas PU Pengairan Fatkhurrahman mengaku siap untuk membantu penanganan lumpur saat musim hujan. "Kalau butuh alat berat kita siap," ujarnya.
Dalam kesempatan itu Sugiyanto juga meminta agar Pemkab Sidoarjo ikut membantu melobi warga agar mau meninggalkan tanggul. Sebab, sudah lebih dari dua bulan BPLS tidak bisa menangani lumpur.
Ketua Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo Emir Firdaus mengatakan dalam waktu dekat perwakilan korban lumpur akan dipertemukan dengan Gubernur Jatim Soekarwo. Dalam pertemuan itu juga akan diundang dari pihak Lapindo.
"Semoga segera ada penyelesaian pembayaran agar BPLS bisa memperkuat tanggul," ujarnya.
Namun upaya BPLS untuk melakukan peninggian tanggul terhalang oleh aksi masyarakat korban lumpur Lapindo di lokasi tanggul.
"Kondisi tanggul sudah kritis. Kalau tidak segera ditangani lumpur akan meluber," ujar Deputy Infrastruktur BPLS Sugiyanto, saat melakukan koordinasi dengan Pemkab Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa Pemkab Sidoarjo, Senin (15/10/2012).
Ketinggian lumpur di kolam penampungan sudah mendekati bibir tanggul. Satu-satunya upaya agar lumpur tidak meluber adalah dengan mengalirkan lumpur ke Sungai Porong. Namun, upaya itu tidak akan bisa dilakukan jika warga masih menghalangi aktivitas penguatan tanggul.
"Di beberapa titik tanggul lumpur sudah meninggi. Solusinya tanggul harus ditinggikan. Kendalanya warga masih menghadang penanggulan," tandas Sugiyanto.
Namun, Sugiyanto tidak menyalahkan warga yang memblokade aktivitas penguatan tanggul. Sebab mereka menuntut haknya agar pembayaran asetnya segera dilunasi oleh PT Lapindo Brantas Inc.
Dalam rapat koordinasi penanganan tanggul lumpur menjelang musim hujan itu dihadiri oleh Asisten I Pemkab Sidoarjo Suyono SH. Dalam pertemuan itu belum ada hasil terkait penanganan lumpur.
"Akan dilakukan pertemuan lanjutan untuk menangani lumpur saat musim hujan," ujar Asisten I Pemkab Sidoarjo Suyono.
Sedangkan Kepala Dinas PU Pengairan Fatkhurrahman mengaku siap untuk membantu penanganan lumpur saat musim hujan. "Kalau butuh alat berat kita siap," ujarnya.
Dalam kesempatan itu Sugiyanto juga meminta agar Pemkab Sidoarjo ikut membantu melobi warga agar mau meninggalkan tanggul. Sebab, sudah lebih dari dua bulan BPLS tidak bisa menangani lumpur.
Ketua Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo Emir Firdaus mengatakan dalam waktu dekat perwakilan korban lumpur akan dipertemukan dengan Gubernur Jatim Soekarwo. Dalam pertemuan itu juga akan diundang dari pihak Lapindo.
"Semoga segera ada penyelesaian pembayaran agar BPLS bisa memperkuat tanggul," ujarnya.
(ysw)