Revitalisasi Malioboro tahap II belum jelas
Senin, 15 Oktober 2012 - 13:54 WIB
Revitalisasi Malioboro tahap II belum jelas
A
A
A
Sindonews.com - Penataan Malioboro (revitalisasi) tahap II mulai pertigaan Dagen hingga simpang empat Jalan Pajeksan, terutama pembongkaran pot tanaman di jalur lambat sisi barat, hingga kini belum jelas kapan waktu pelaksanaannya.
Hal ini, lantaran pemerintah kota (pemkot) Yogyakarta masih melakukan pembahasan dengan Dewan untuk kegiatan tersebut. Padahal revitalisasi tahap II ini rencananya dilakukan sejak pertengahan September lalu. Namun hinggga sekarang belum ada tanda-tanda akan dimulai.
Kepala unit pelaksana teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh Prabowo mengatakan untuk pembongkaran pot tanaman sebagai kelanjutan revitalisasi Malioboro tahap II belum ada kepastian.
Selain banyak agenda di Malioboro, baik lokal, nasional maupun internasional, seperti Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta ke-256 serta pelantikan gubernur dan wakil gubernur DIY 2012-2017, juga masih menunggu kesiapan instansi atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang berwenang untuk melakukan revitalisasi.
“Yang jelas, setelah semua siap, revitalisasi akan langsung kami laksanakann. Ditargetkan pada akhir tahun ini sudah selesai, sampai di titik nol kilometer,” ungkap Syarif, Senin (15/10/2012).
Menanggapi wacana revitalisasi Malioboro ini, tidak saling menunggu antara instansi satu dengan lainnya, Syarif mengatakan ide tersebut memang bagus, namun tetap harus membutuhkan kajian dan proses yang panjang. Sebab masalah ini, melibatkan banyak pihak termasuk stakeholder yang terlibat dengan Malioboro.
“Wacana itu memang bisa menjadi solusi, tetapi tetap perlu kesiapan yang matang,” katanya.
Assisten Sekretaris Daerah (Assekda) bidang perekonomian dan pembangunan Aman Yuriadijaya mengatakan memang untuk kelanjutan revitalisasi Malioboro masih akan melakukan pertemuan dengan dewan. Selain pembongkaran pot tanaman, dalam revitalisasi tersebut juga akan menertiban reklame yang menyalahi aturan. Selain untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda), kegiatan ini juga untuk mengembalikan bangunan di Malioboro sebagai heritage dan kawasan Cagar Budaya (KCB).
“Kami mengharapkan pelaksanaan revitalisasi lanjutan sudah bisa dilakukan pekan depan sehingga akhir tahun bisa selesai. Selanjutnya pada tahun 2013 untuk penataan lainnya, salah satunya pedagang kaki lima (PKL)," papar Aman.
Disinggung soal konsep revitalisasi Malioboro ke depan sebagai kawasan pedestrian (pejalan kaki), Aman mengaku sebenarnya pemkot tidak ada masalah dan siap membuat konsep tersebut, terutama menjadikan Malioboro sebagai kawasan pedestrian.
Namun karena ini merupakan jangka panjang, tentunya pemkot harus melakukan pembahasan dan pengkajian terlebih dahulu. Apalagi untuk revitalisasi tersebut melibatkan banyak pihak.
“Revitalisasi yang dilakukan sekarang ini merupakan salah satu satu dari rangkaian revitalisasi jangka panjang, sehingga masih akan ada tahap-tahap revitalisasi lanjutan,” terangnya.
Pemkot Yogyakarta sendiri menargetkan untuk revitalisasi Malioboro akan dilakukan hingga titik nol Kilometer, dan diharapkan akan selesai pada akhir tahun.
Anggaran untuk pelaksanaan revitalisasi ini menelan Rp1,9 miliar, yang bersumber dari APBD murni Kota Yogyakarta 2012. Saat ini untuk revitalisasi, baru dari ujung utara Malioboro hingga pertigaan Dagen. Penyelesaian revitalisasi tahap I, secara resmi dilauching, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Minggu 12 Agustus 2012 lalu.
Hal ini, lantaran pemerintah kota (pemkot) Yogyakarta masih melakukan pembahasan dengan Dewan untuk kegiatan tersebut. Padahal revitalisasi tahap II ini rencananya dilakukan sejak pertengahan September lalu. Namun hinggga sekarang belum ada tanda-tanda akan dimulai.
Kepala unit pelaksana teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh Prabowo mengatakan untuk pembongkaran pot tanaman sebagai kelanjutan revitalisasi Malioboro tahap II belum ada kepastian.
Selain banyak agenda di Malioboro, baik lokal, nasional maupun internasional, seperti Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta ke-256 serta pelantikan gubernur dan wakil gubernur DIY 2012-2017, juga masih menunggu kesiapan instansi atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang berwenang untuk melakukan revitalisasi.
“Yang jelas, setelah semua siap, revitalisasi akan langsung kami laksanakann. Ditargetkan pada akhir tahun ini sudah selesai, sampai di titik nol kilometer,” ungkap Syarif, Senin (15/10/2012).
Menanggapi wacana revitalisasi Malioboro ini, tidak saling menunggu antara instansi satu dengan lainnya, Syarif mengatakan ide tersebut memang bagus, namun tetap harus membutuhkan kajian dan proses yang panjang. Sebab masalah ini, melibatkan banyak pihak termasuk stakeholder yang terlibat dengan Malioboro.
“Wacana itu memang bisa menjadi solusi, tetapi tetap perlu kesiapan yang matang,” katanya.
Assisten Sekretaris Daerah (Assekda) bidang perekonomian dan pembangunan Aman Yuriadijaya mengatakan memang untuk kelanjutan revitalisasi Malioboro masih akan melakukan pertemuan dengan dewan. Selain pembongkaran pot tanaman, dalam revitalisasi tersebut juga akan menertiban reklame yang menyalahi aturan. Selain untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda), kegiatan ini juga untuk mengembalikan bangunan di Malioboro sebagai heritage dan kawasan Cagar Budaya (KCB).
“Kami mengharapkan pelaksanaan revitalisasi lanjutan sudah bisa dilakukan pekan depan sehingga akhir tahun bisa selesai. Selanjutnya pada tahun 2013 untuk penataan lainnya, salah satunya pedagang kaki lima (PKL)," papar Aman.
Disinggung soal konsep revitalisasi Malioboro ke depan sebagai kawasan pedestrian (pejalan kaki), Aman mengaku sebenarnya pemkot tidak ada masalah dan siap membuat konsep tersebut, terutama menjadikan Malioboro sebagai kawasan pedestrian.
Namun karena ini merupakan jangka panjang, tentunya pemkot harus melakukan pembahasan dan pengkajian terlebih dahulu. Apalagi untuk revitalisasi tersebut melibatkan banyak pihak.
“Revitalisasi yang dilakukan sekarang ini merupakan salah satu satu dari rangkaian revitalisasi jangka panjang, sehingga masih akan ada tahap-tahap revitalisasi lanjutan,” terangnya.
Pemkot Yogyakarta sendiri menargetkan untuk revitalisasi Malioboro akan dilakukan hingga titik nol Kilometer, dan diharapkan akan selesai pada akhir tahun.
Anggaran untuk pelaksanaan revitalisasi ini menelan Rp1,9 miliar, yang bersumber dari APBD murni Kota Yogyakarta 2012. Saat ini untuk revitalisasi, baru dari ujung utara Malioboro hingga pertigaan Dagen. Penyelesaian revitalisasi tahap I, secara resmi dilauching, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Minggu 12 Agustus 2012 lalu.
(rsa)