Korban Lapindo minta dana talangan pemerintah

Jum'at, 12 Oktober 2012 - 12:25 WIB
Korban Lapindo minta...
Korban Lapindo minta dana talangan pemerintah
A A A
Sindonews.com - Warga Sidoharjo, Jawa Timur kembali meminta kepada pemerintah agar memberi dana talangan untuk pembayaran ganti rugi yang belum dibayar oleh PT Lapindo Brantas. Sampai saat ini belum ada kejelasan kapan ganti rugi itu akan dibayarkan.

Bahkan, ada kemungkinan perusahaan migas di bawah bendera Bakrie Grup itu tak akan sanggup melunasi pembayaran seperti yang dijanjikan selesai akhir tahun ini.

Hal itu diungkapkan salah seorang korban lumpur Lapindo Sunarno yang juga koordinator Paguyuban Warga Renokenongo Menolak Kontrak (Pagarekontrak).

"Saat pertemuan dengan Nirwan Bakrie beberapa waktu lalu ternyata Lapindo tidak ada dana," ujarnya kepada wartawan, Jumat (12/10/2012).

Beberapa waktu lalu Nirwan Bakrie mengadakan pertemua dengan Pperwakilan korban Lapindo di Jakarta. Adik Aburizal Bakrie itu mengaku pihaknya belum ada dana, dan saat ini masih mencari pinjaman. Jika tidak mendapat pinjaman, Bakrie Grup akan menjual sebagian asetnya.

"Masalahnya, bisa tidak akhir tahun ini terkumpul dana sekitar Rp900 miliar untuk pelunasan pembayaran," ujar Sunarto dengan nada ragu.

Saat itu Nirwan Bakrie berkomitmen untuk menyelesaikan ganti rugi. Tapi Kenyataannya mulai Juni lalu, hanya mengucurkan dana tak lebih dari Rp60 miliar.

Padahal sesuai kesepakatan, Lapindo akan mengucurkan dana Rp400 miliar untuk membayar berkas yang tagihannya di bawah Rp500 juta. Sedangkan untuk berkas yang tagihannya diatas Rp500 juta akan dibayar menyusul sampai akhir tahun 2012.

Kondisi inilah yang membuat warga tak percaya lagi kepada Lapindo. Apalagi kini hanya tersisa tak lebih tiga bulan. "Kalau Lapindo tak mampu melunasi pembayaran sampai akhir tahun, pemerintah harus mengucurkan dana talangan," tandas Sunarto.

Korban lumpur pesimis, Lapindo melalui anak perusahaannya PT Minarak Lapindo Jaya (Minarak) sanggup melunasi pembayaran akhir tahun ini. Karena itu, solusinya adalah pemerintah harus memberi dana talangan untuk melunasi ganti rugi.

Jika pemerintah tak turun tangan, pembayaran ganti rugi korban lumpur akan berlarut-larut. Padahal semburan lumpur itu sudah terjadi lebih dari enam tahun.
(lns)
Berita Terkait
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo Gemparkan Warga Demak
Pantang Menyerah, Sri...
Pantang Menyerah, Sri Mulyani Terus Tagih Utang Lapindo
15 Tahun Lumpur Lapindo,...
15 Tahun Lumpur Lapindo, 234 Berkas Ganti Rugi Senilai Rp100 Miliar Tak Kunjung Tuntas
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo di Perbatasan NTT-Timor Leste Viral di Medsos, Warga Panik
Utang Lapindo Terus...
Utang Lapindo Terus Menggunung, Pemerintah Didesak untuk Menagihnya
Pantang Menyerah, Kemenkeu...
Pantang Menyerah, Kemenkeu Kejar Terus Utang Lapindo
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
9 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
10 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
10 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
16 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
17 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
18 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved