Catut nama, mahasiswa Muhammadiyah baku hantam
Kamis, 11 Oktober 2012 - 11:57 WIB
Catut nama, mahasiswa Muhammadiyah baku hantam
A
A
A
Sindonews.com - Sesama mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bone, Sulawesi Selatan, terlibat baku hantam di kampus mereka.
Kedua kubu ini adu jotos karena satu pihak keberatan nama lembaga mereka dicatut.
Bentrok tersebut dipicu oleh demo mahasiswa yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat STKIP Bone di luar gedung seminar yang menolak pelaksanaan kegiatan seminar pendidikan dan bedah buku.
Mahasiswa dari (IMM) menolak kegiatan tersebut karena menganggap lembaganya dijual. IMM tak terima panitia langsung mencantumkan nama IMM dalam kepanitiaan tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu.
Saat sejumlah pengurus IMM berorasi, tiba-tiba sejumlah mahasiswa menghadang aksi demo tersebut. Tidak terima dengan perlakukan tersebut, mahasiswa dari IMM marah sehingga bentrokan pun tidak dapat dihindarkan.
Keduanya langsung saling serang, bahkan ada yang diinjak-injak. Kedua kubu langsung mempersenjatai diri dengan balok, bambu, dan batu.
Akibat dari bentrokan tersebut sejumlah mahasiswa dari kedua belah pihak terluka. Seorang di antaranya bahkan pingsan terkena pukulan sehingga harus diangkat dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Beruntung sejumlah polisi yang berpakaian preman dibantu dengan petugas keamanan dan staf kampus melerai sehingga bentrokan dapat diatasi. Untuk mengantisipasi bentrok susulan, sejumlah polisi masih terlihat berjaga-jaga di kampus tersebut.
"Kami tidak menolak adanya seminar tapi kami keberatan jika nama lembaga kami ikut dicantumkan dalam kepanitiaan," terang Ketua Umum IMM MIPA STKIP MUhammadiyah Bone, Ridwan, Kamis (11/10/2012).
Selama ini, lanjut dia, pihak IMM tidak pernah dikonfirmasi maupun dilibatkan dalam acara tersebut. Namun dalam undangan seminar jelas dicantumkan lembaga mereka.
"Ini yang kami permasalahkan," pungkasnya.
Kedua kubu ini adu jotos karena satu pihak keberatan nama lembaga mereka dicatut.
Bentrok tersebut dipicu oleh demo mahasiswa yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat STKIP Bone di luar gedung seminar yang menolak pelaksanaan kegiatan seminar pendidikan dan bedah buku.
Mahasiswa dari (IMM) menolak kegiatan tersebut karena menganggap lembaganya dijual. IMM tak terima panitia langsung mencantumkan nama IMM dalam kepanitiaan tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu.
Saat sejumlah pengurus IMM berorasi, tiba-tiba sejumlah mahasiswa menghadang aksi demo tersebut. Tidak terima dengan perlakukan tersebut, mahasiswa dari IMM marah sehingga bentrokan pun tidak dapat dihindarkan.
Keduanya langsung saling serang, bahkan ada yang diinjak-injak. Kedua kubu langsung mempersenjatai diri dengan balok, bambu, dan batu.
Akibat dari bentrokan tersebut sejumlah mahasiswa dari kedua belah pihak terluka. Seorang di antaranya bahkan pingsan terkena pukulan sehingga harus diangkat dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Beruntung sejumlah polisi yang berpakaian preman dibantu dengan petugas keamanan dan staf kampus melerai sehingga bentrokan dapat diatasi. Untuk mengantisipasi bentrok susulan, sejumlah polisi masih terlihat berjaga-jaga di kampus tersebut.
"Kami tidak menolak adanya seminar tapi kami keberatan jika nama lembaga kami ikut dicantumkan dalam kepanitiaan," terang Ketua Umum IMM MIPA STKIP MUhammadiyah Bone, Ridwan, Kamis (11/10/2012).
Selama ini, lanjut dia, pihak IMM tidak pernah dikonfirmasi maupun dilibatkan dalam acara tersebut. Namun dalam undangan seminar jelas dicantumkan lembaga mereka.
"Ini yang kami permasalahkan," pungkasnya.
(ysw)