Operator pasar malam dibantai
Rabu, 10 Oktober 2012 - 17:34 WIB
Operator pasar malam dibantai
A
A
A
Sindonews.com - Seorang operator pasar malam ditemukan tewas dibantai dengan luka 20 tusukan. Diduga korban dihabisi di atas pondok kemudian dijatuhkan dan dibantai lagi dengan tusukan pisau.
Hayan (18) pegawai pasar malam di Jalan MP Mangkunegara, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, ditemukan tewas dibantai dengan 20 luka tusukan dan sabetan benda tajam di sekujur tubuh, leher, dan tangannya, sekira pukul 05.00 WIB subuh tadi.
Mayat warga Jalan Pangeran Ratu, RT 33, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang itu ditemukan warga setempat dengan posisi terlentang di bawah pondok depan pasar malam.
Tak hanya itu, sepeda motor korban Yamaha Vixion warna merah dilarikan para pelaku. Kasus ini sudah dilaporkan keluarga korban ke Mapolsekta IT II.
Kapolsekta IT II Palembang Kompol Hans Rahmatullah melalui Kanit Reskrim Iptu M Sabur membenarkan adanya temuan mayat korban pembunuhan di pasar malan Jalan MP Mangkunegara.
"Kita masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi di sekitar tempat kejadian peristiwa (TKP), guna mencari tahu para pelaku pembunuhan terhadap korban," ungkap Sabur di kamar jenazah RSMH Palembang, Rabu (10/10/2012).
Dari informasi sementara, korban memang salah seorang pegawai pasar malam, namun sudah beberapa hari ini diskorsing lantaran kepergok menghisap lem aibon saat kerja.
"Bahkan ada saksi yang masih teman korban melihat sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, korban masih ngobrol bersama temannya di dekat pondok dekat pasar malam," tandasnya.
Namun sekira pukul 05.00 WIB, korban ditemukan warga sudah tewas di TKP.
"Dugaan kita pelakunya lebih dari dua orang, dan korban dihabisi di atas pondok, lalu didorong jatuh ke bawah, kemudian ditusuk lagi pakai sajam sekitar 20 tusukan hingga tewas di TKP dan motornya dibawa kabur," tukasnya.
Terpisah paman korban Jumadi (29) mengatakan, keponakannya ini sudah lama bekerja di pasar malam. "Di Palembang baru dua bulan ini, sebelumnya dengan teman-temanya di pasar malam, mereka sudah keliling di Jambi," ungkap Jumadi di kamar jenazah RSMH Palembang.
Setahu Jumadi, keponakannya itu tidak punya musuh atau pernah bercerita ada masalah. "Korban pulang ke rumah sebulan sekali dan motor yang hilang baru lunas kredit tiga bulan terakhir ini," ujarnya.
Hayan (18) pegawai pasar malam di Jalan MP Mangkunegara, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, ditemukan tewas dibantai dengan 20 luka tusukan dan sabetan benda tajam di sekujur tubuh, leher, dan tangannya, sekira pukul 05.00 WIB subuh tadi.
Mayat warga Jalan Pangeran Ratu, RT 33, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang itu ditemukan warga setempat dengan posisi terlentang di bawah pondok depan pasar malam.
Tak hanya itu, sepeda motor korban Yamaha Vixion warna merah dilarikan para pelaku. Kasus ini sudah dilaporkan keluarga korban ke Mapolsekta IT II.
Kapolsekta IT II Palembang Kompol Hans Rahmatullah melalui Kanit Reskrim Iptu M Sabur membenarkan adanya temuan mayat korban pembunuhan di pasar malan Jalan MP Mangkunegara.
"Kita masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi di sekitar tempat kejadian peristiwa (TKP), guna mencari tahu para pelaku pembunuhan terhadap korban," ungkap Sabur di kamar jenazah RSMH Palembang, Rabu (10/10/2012).
Dari informasi sementara, korban memang salah seorang pegawai pasar malam, namun sudah beberapa hari ini diskorsing lantaran kepergok menghisap lem aibon saat kerja.
"Bahkan ada saksi yang masih teman korban melihat sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, korban masih ngobrol bersama temannya di dekat pondok dekat pasar malam," tandasnya.
Namun sekira pukul 05.00 WIB, korban ditemukan warga sudah tewas di TKP.
"Dugaan kita pelakunya lebih dari dua orang, dan korban dihabisi di atas pondok, lalu didorong jatuh ke bawah, kemudian ditusuk lagi pakai sajam sekitar 20 tusukan hingga tewas di TKP dan motornya dibawa kabur," tukasnya.
Terpisah paman korban Jumadi (29) mengatakan, keponakannya ini sudah lama bekerja di pasar malam. "Di Palembang baru dua bulan ini, sebelumnya dengan teman-temanya di pasar malam, mereka sudah keliling di Jambi," ungkap Jumadi di kamar jenazah RSMH Palembang.
Setahu Jumadi, keponakannya itu tidak punya musuh atau pernah bercerita ada masalah. "Korban pulang ke rumah sebulan sekali dan motor yang hilang baru lunas kredit tiga bulan terakhir ini," ujarnya.
(ysw)