Atasi kemacetan, depan Pulogadung disterilkan
Rabu, 10 Oktober 2012 - 15:51 WIB
Atasi kemacetan, depan Pulogadung disterilkan
A
A
A
Sindonews.com - Satuan Wilayah Lalu Lintas (Satwillantas) Jakarta Timur melakukan penindakan terhadap angkutan yang berhenti, dan dianggap menunggu penumpang di luar Terminal Pulogadung. Hal itu, dilakukan untuk meminimalkan kemacetan di sepanjang Jalan Bekasi Timur.
Setidaknya 50 angkutan dan 21 sepeda motor ditilang, karena berhenti di sekitar Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Kanit Lantas Mapolsek Pulogadung AKP Subiyantoro mengatakan, tujuan dari operasi yang dilakukan pihaknya adalah untuk mensterilkan kawasan Pulogadung dari angkutan yang kerap mangkal, dan mengakibatkan kemacetan.
"Dalam operasi ini, kami libatkan 15 petugas gabungan dari Unit Lantas Polsektro Pulogadung, dan Satwil Lantas Jakarta Timur," katanya kepada wartawan di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2012).
Dia mengungkapkan, 21 sepeda motor yang ikut ditilang kebanyakan melakukan pelanggaran dengan berjalan melawan arus. "Mereka umumnya pengunjung Terminal Pulogadung yang menganggap putarannya terlalu jauh, sehingga mereka berjalan melawan arus," ujarnya.
Sementara itu, Ujang (35), salah seorang sopir Bus Putra Luragung jurusan Jakarta-Kuningan, mengaku terpaksa menunggu penumpang di luar terminal karena busnya belum penuh. Sementara, aturan di Terminal Pulogadung tidak memperkenankan untuk mangkal lebih lama.
"Kalau penumpangnya masih sedikit, bagaimana kita mau jalan, kan tidak mungkin. Makanya untuk menambah jumlah penumpang, kami terpaksa menunggu di luar terminal," tandasnya.
Setidaknya 50 angkutan dan 21 sepeda motor ditilang, karena berhenti di sekitar Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Kanit Lantas Mapolsek Pulogadung AKP Subiyantoro mengatakan, tujuan dari operasi yang dilakukan pihaknya adalah untuk mensterilkan kawasan Pulogadung dari angkutan yang kerap mangkal, dan mengakibatkan kemacetan.
"Dalam operasi ini, kami libatkan 15 petugas gabungan dari Unit Lantas Polsektro Pulogadung, dan Satwil Lantas Jakarta Timur," katanya kepada wartawan di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2012).
Dia mengungkapkan, 21 sepeda motor yang ikut ditilang kebanyakan melakukan pelanggaran dengan berjalan melawan arus. "Mereka umumnya pengunjung Terminal Pulogadung yang menganggap putarannya terlalu jauh, sehingga mereka berjalan melawan arus," ujarnya.
Sementara itu, Ujang (35), salah seorang sopir Bus Putra Luragung jurusan Jakarta-Kuningan, mengaku terpaksa menunggu penumpang di luar terminal karena busnya belum penuh. Sementara, aturan di Terminal Pulogadung tidak memperkenankan untuk mangkal lebih lama.
"Kalau penumpangnya masih sedikit, bagaimana kita mau jalan, kan tidak mungkin. Makanya untuk menambah jumlah penumpang, kami terpaksa menunggu di luar terminal," tandasnya.
(lil)