Bojonegoro waspada puting beliung
Rabu, 10 Oktober 2012 - 13:45 WIB
Bojonegoro waspada puting beliung
A
A
A
Sindonews.com – Warga Bojonegoro diminta waspada bencana angin kencang dan puting beliung saat awal musim hujan. Daerah yang dianggap rawan terjadi puting beliung berada di selatan dan timur Bojonegoro.
Kepala Seksi Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro Suhadi mengatakan, selama dua pekan terakhir telah terjadi dua kejadian puting beliung di wilayah Bojonegoro. Yakni, kejadian puting beliung di Kecamatan Margomulyo dan Sekar.
“Di Kecamatan Margomulyo, puting beliung mengakibatkan kantor kecamatan rusak berat setelah ditimpa tower. Sedangkan, di Kecamatan Sekar tercatat ada satu rumah rusak berat,” ujarnya kepada SINDO, Rabu (10/10/2012).
Suhadi menegaskan, daerah dengan topografi perbukitan dan pegunungan di selatan Bojonegoro paling rawan terjadi puting beliung dan tanah longsor. Daerah itu berada di kawasan hutan yang gersang dan gundul.
“Saat awal musim hujan ini, daerah di perbukitan gundul itu rawan diterjang angin kencang dan longsor,” ucapnya.
Berdasarkan data di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) Pemkab Bojonegoro menyebutkan, sebanyak 44 desa di 16 kecamatan di Bojonegoro rawan terjadi bencana puting beliung.
Yakni Kecamatan Kepohbaru, Ngraho, Sukosewu, Margomulyo, Tambakrejo, Ngambon, Dander, Kanor, Temayang, Sumberejo, Purwosari, Malo, Balen, Kapas, Baureno, dan Sekar.
Suhadi menuturkan, saat awal musim hujan biasanya guyuran hujan sering diiringi dengan terpaan angin kencang. Ia mengimbau agar warga di daerah rawan bencana puting beliung segera berlindung di lokasi yang aman dan menjauhi bangunan.
Kepala Seksi Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro Suhadi mengatakan, selama dua pekan terakhir telah terjadi dua kejadian puting beliung di wilayah Bojonegoro. Yakni, kejadian puting beliung di Kecamatan Margomulyo dan Sekar.
“Di Kecamatan Margomulyo, puting beliung mengakibatkan kantor kecamatan rusak berat setelah ditimpa tower. Sedangkan, di Kecamatan Sekar tercatat ada satu rumah rusak berat,” ujarnya kepada SINDO, Rabu (10/10/2012).
Suhadi menegaskan, daerah dengan topografi perbukitan dan pegunungan di selatan Bojonegoro paling rawan terjadi puting beliung dan tanah longsor. Daerah itu berada di kawasan hutan yang gersang dan gundul.
“Saat awal musim hujan ini, daerah di perbukitan gundul itu rawan diterjang angin kencang dan longsor,” ucapnya.
Berdasarkan data di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) Pemkab Bojonegoro menyebutkan, sebanyak 44 desa di 16 kecamatan di Bojonegoro rawan terjadi bencana puting beliung.
Yakni Kecamatan Kepohbaru, Ngraho, Sukosewu, Margomulyo, Tambakrejo, Ngambon, Dander, Kanor, Temayang, Sumberejo, Purwosari, Malo, Balen, Kapas, Baureno, dan Sekar.
Suhadi menuturkan, saat awal musim hujan biasanya guyuran hujan sering diiringi dengan terpaan angin kencang. Ia mengimbau agar warga di daerah rawan bencana puting beliung segera berlindung di lokasi yang aman dan menjauhi bangunan.
(rsa)