Pelajar kuningan deklarasikan anti tawuran
Selasa, 09 Oktober 2012 - 17:42 WIB
Pelajar kuningan deklarasikan anti tawuran
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan perwakilan pelajar se-Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Jabar), mendeklarasikan diri memerangi aksi tawuran antar pelajar. Aksi tersebut diabadikan dalam aksi tanda tangan di kain putih sepanjang 50 meter.
Kapolres Kuningan AKBP Wahyu Bintono mengatakan, aksi yang diselenggarakan di Aula SMA Negeri Kuningan ini sekaligus melantik Polisi Siswa (Polsis) Kuningan sebanyak 60 orang.
"Banyak pasal yang menyeret pelaku kekerasan harus menjalani masa hukuman sangat berat hingga kurungan 20 tahun bahkan hukuman mati. Tak sedikit di antara para pelaku tersebut masih berstatus pelajar," ucapnya, Selasa (9/10/2012).
Dia berharap setelah deklarasi ini, akan menjauhkan para pelajar di Kabupaten Kuningan dari aksi tawuran. Apalagi dengan dilantiknya Polsis, sebagai kepanjangan tangan dari Polres Kuningan.
"Para Polsis ini akan memantau dan mengawasi setiap aktivitas yang mencurigakan di sekolahnya yang berpotensi terjadi tawuran yang kemudian disampaikan ke kami (polisi)," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda merespon positif tekad para pelajar menolak aksi tawuran tersebut. Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan pelajar untuk menunjukkan kemampuan dan kehebatannya tanpa tawuran.
"Tawuran malah hanya mencoreng nama siswa tersebut dan asal sekolahnya. Saya berharap kejadian tawuran tak pernah terjadi di Kuningan," pungkasnya.
Kapolres Kuningan AKBP Wahyu Bintono mengatakan, aksi yang diselenggarakan di Aula SMA Negeri Kuningan ini sekaligus melantik Polisi Siswa (Polsis) Kuningan sebanyak 60 orang.
"Banyak pasal yang menyeret pelaku kekerasan harus menjalani masa hukuman sangat berat hingga kurungan 20 tahun bahkan hukuman mati. Tak sedikit di antara para pelaku tersebut masih berstatus pelajar," ucapnya, Selasa (9/10/2012).
Dia berharap setelah deklarasi ini, akan menjauhkan para pelajar di Kabupaten Kuningan dari aksi tawuran. Apalagi dengan dilantiknya Polsis, sebagai kepanjangan tangan dari Polres Kuningan.
"Para Polsis ini akan memantau dan mengawasi setiap aktivitas yang mencurigakan di sekolahnya yang berpotensi terjadi tawuran yang kemudian disampaikan ke kami (polisi)," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda merespon positif tekad para pelajar menolak aksi tawuran tersebut. Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan pelajar untuk menunjukkan kemampuan dan kehebatannya tanpa tawuran.
"Tawuran malah hanya mencoreng nama siswa tersebut dan asal sekolahnya. Saya berharap kejadian tawuran tak pernah terjadi di Kuningan," pungkasnya.
(maf)