Istri terduga teroris Depok menghilang
Selasa, 09 Oktober 2012 - 16:50 WIB
Istri terduga teroris Depok menghilang
A
A
A
Sindonews.com - Sehari paskapenangkapan dan penggerebekan oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror Mabes Polri di rumah terduga teroris Sofyan di Kampung Pulo Mangga, Jalan Dukuh, Kelurahan Grogol, Limo, Depok, istri Sofyan, Suryati menghilang.
Suryati langsung menjauh dari lingkungan sekitar setelah mengungsi ke rumah pamannya semalam, di Jalan Jambu, tak jauh dari lokasi penggerebekan.
Ipar Suryati, Anati mengatakan, setelah siang tadi, Suryati langsung berpamitan hendak pergi tanpa tujuan. Suryati hanya membawa satu tas kecil berisi pakaian anaknya, Najwa.
"Dia enggak pamit perginya kemana, hanya mau menenangkan diri katanya. Baju juga hanya baju yang di badan saja yang dia pakai, syok banget karena suaminya ditangkap. Sementara baju anaknya juga pinjam baju anak saya yang usianya sama," katanya kepada wartawan di lokasi, Depok, Selasa (9/10/2012).
Keluarga tak bisa mencegah kepergian Suryati. Sejak suaminya ditangkap semalam, hingga pamit pergi, Suryati juga belum makan.
"Dikasih sarapan juga enggak nafsu makan, kami enggak bisa cegah, karena tadi pergi dari sini sambil nangis dan enggak bilang mau kemana. Kami kasihan juga sebagai keluarga, khawatir juga," ungkapnya.
Sementara itu Ketua RT setempat, Madanih mengatakan, Sofyan memiliki nama asli Achmad Sofian RS Alfatah. Sofyan menikah dengan Suryati pada 2005 dan merupakan pendatang dari Jakarta Barat.
"Sebelumnya mereka pindahan dari Taman Sari, Jakarta Barat, Sofyan kelahiran 1982. Dua tahun yang lalu sudah pindah, tapi baru awal 2012 urus KTP, selama ini memang jarang bersosialisasi dengan warga," tandas Madanih.
Suryati langsung menjauh dari lingkungan sekitar setelah mengungsi ke rumah pamannya semalam, di Jalan Jambu, tak jauh dari lokasi penggerebekan.
Ipar Suryati, Anati mengatakan, setelah siang tadi, Suryati langsung berpamitan hendak pergi tanpa tujuan. Suryati hanya membawa satu tas kecil berisi pakaian anaknya, Najwa.
"Dia enggak pamit perginya kemana, hanya mau menenangkan diri katanya. Baju juga hanya baju yang di badan saja yang dia pakai, syok banget karena suaminya ditangkap. Sementara baju anaknya juga pinjam baju anak saya yang usianya sama," katanya kepada wartawan di lokasi, Depok, Selasa (9/10/2012).
Keluarga tak bisa mencegah kepergian Suryati. Sejak suaminya ditangkap semalam, hingga pamit pergi, Suryati juga belum makan.
"Dikasih sarapan juga enggak nafsu makan, kami enggak bisa cegah, karena tadi pergi dari sini sambil nangis dan enggak bilang mau kemana. Kami kasihan juga sebagai keluarga, khawatir juga," ungkapnya.
Sementara itu Ketua RT setempat, Madanih mengatakan, Sofyan memiliki nama asli Achmad Sofian RS Alfatah. Sofyan menikah dengan Suryati pada 2005 dan merupakan pendatang dari Jakarta Barat.
"Sebelumnya mereka pindahan dari Taman Sari, Jakarta Barat, Sofyan kelahiran 1982. Dua tahun yang lalu sudah pindah, tapi baru awal 2012 urus KTP, selama ini memang jarang bersosialisasi dengan warga," tandas Madanih.
(san)