Bunga bangkai tumbuh di Cipinang
Selasa, 09 Oktober 2012 - 16:42 WIB
Bunga bangkai tumbuh di Cipinang
A
A
A
Sindonews.com - Peristiwa unik terjadi di kediaman Abeh Sa'ari (62) warga Jalan Pembina, Cipinang Muara, Jatinegara Jakarta Timur. Sebuah bunga bangkai jenis Amorphophallus Titanum Becc tumbuh di halaman rumahnya.
Ini merupakan kali ketiga bunga langka tersebut tumbuh di halaman rumahnya.
Abeh Sa'ari mengaku keberadaan bunga tersebut merupakan hasil menanam selama tiga tahun dan didapat dari oleh-oleh anaknya.
"Anak saya sewaktu pergi bertanya, ingin dibawakan apa, lalu saya bilang dibawakan pohon yang langka saja," ujarnya, Selasa (9/10/2012).
Namun, sebelum itu menurut Abeh dikediamannya memang sempat pula tumbuh bunga bangkai dengan jenis yang berbeda. Saat itu tanaman yang berbunga satu tahun sekali tersebut keluar begitu saja dari dalam konblok halaman rumahnya.
Menurutnya, proses penanaman bunga bangkai sendiri tergolong mudah dan sederhana. Yang terpenting menurutnya dibutuhkan kesabaran dan keterampilan dalam merawatnya.
"Tidak terlalu rumit kok, seperti menanam pohon yang lain, hanya dipastikan setiap tiga bulan sekali diberikan pupuk," jelasnya.
Kini dihari-hari tuanya, bapak empat orang anak ini bertekad membudidayakan tanaman-tanaman langka di Jakarta, termasuk bunga bangkai yang menurutnya memiliki keunikan jika dibandingkan dengan bunga-bunga yang lain.
"Jika memang diberi kesempatan sih mau membudidayakan pohon-pohon yang langka seperti, menteng dan kemang," ungkapnya.
Sementara itu Chaerudin, anak bungsu dari Abeh menjelaskan dirumah seluas 375 meter persegi ditanami beragam pohon. Selain memang hobi menanam, ayahnya tersebut memang dikenal sebagai pedagang sewaktu mudanya.
"Memang suka menanam, terutama pohon-pohon yang sudah jarang ditemui," jelasnya.
Hal itu pula yang membuat dirinya teringat ketika mengunjungi daerah Tasikmalaya dan secara tidak sengaja menemukan tunas bunga bangkai disekitar semak belukar.
"Sewaktu singgah dihutan saya sempat melihat ada tunas bunga yang diperkirakan seperti bunga bangkai yang tumbuh dirumah. Lalu saya ambil dan saya berikan ke bapak," lanjutnya.
Kini dirinya pun giat membantu sang ayah yang gemar menanam pohon dipekarangan rumah. "Untuk mengajarkan anak dan cucu kita kelak tentang kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia, agar bisa menikmatinya juga," tutupnya.
Ini merupakan kali ketiga bunga langka tersebut tumbuh di halaman rumahnya.
Abeh Sa'ari mengaku keberadaan bunga tersebut merupakan hasil menanam selama tiga tahun dan didapat dari oleh-oleh anaknya.
"Anak saya sewaktu pergi bertanya, ingin dibawakan apa, lalu saya bilang dibawakan pohon yang langka saja," ujarnya, Selasa (9/10/2012).
Namun, sebelum itu menurut Abeh dikediamannya memang sempat pula tumbuh bunga bangkai dengan jenis yang berbeda. Saat itu tanaman yang berbunga satu tahun sekali tersebut keluar begitu saja dari dalam konblok halaman rumahnya.
Menurutnya, proses penanaman bunga bangkai sendiri tergolong mudah dan sederhana. Yang terpenting menurutnya dibutuhkan kesabaran dan keterampilan dalam merawatnya.
"Tidak terlalu rumit kok, seperti menanam pohon yang lain, hanya dipastikan setiap tiga bulan sekali diberikan pupuk," jelasnya.
Kini dihari-hari tuanya, bapak empat orang anak ini bertekad membudidayakan tanaman-tanaman langka di Jakarta, termasuk bunga bangkai yang menurutnya memiliki keunikan jika dibandingkan dengan bunga-bunga yang lain.
"Jika memang diberi kesempatan sih mau membudidayakan pohon-pohon yang langka seperti, menteng dan kemang," ungkapnya.
Sementara itu Chaerudin, anak bungsu dari Abeh menjelaskan dirumah seluas 375 meter persegi ditanami beragam pohon. Selain memang hobi menanam, ayahnya tersebut memang dikenal sebagai pedagang sewaktu mudanya.
"Memang suka menanam, terutama pohon-pohon yang sudah jarang ditemui," jelasnya.
Hal itu pula yang membuat dirinya teringat ketika mengunjungi daerah Tasikmalaya dan secara tidak sengaja menemukan tunas bunga bangkai disekitar semak belukar.
"Sewaktu singgah dihutan saya sempat melihat ada tunas bunga yang diperkirakan seperti bunga bangkai yang tumbuh dirumah. Lalu saya ambil dan saya berikan ke bapak," lanjutnya.
Kini dirinya pun giat membantu sang ayah yang gemar menanam pohon dipekarangan rumah. "Untuk mengajarkan anak dan cucu kita kelak tentang kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia, agar bisa menikmatinya juga," tutupnya.
(ysw)