Aktivis Yogyakarta beri dukungan terhadap KPK
Senin, 08 Oktober 2012 - 15:11 WIB
Aktivis Yogyakarta beri dukungan terhadap KPK
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan pegiat antikorupsi dari berbagai elemen mahasiswa dan elemen masyarakat melakukan aksi demo di depan Gedung Agung, Yogyakarta, Jawa Tengah. Mereka menyuarakan dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tengah berseteru dengan Polri.
"Institusi Polri tercemar dengan oknum sebagian kecil polisi yang telah menjemput paksa penyidik KPK (Kompol Novel Baswedan). Tindakan memalukan itu justru mencoreng institusi Polri," ujar Direktur Eksekutif Pukat UGM Yogyakarta Hifdzil Alim dalam orasinya, Senin (8/10/2012).
Pria yang akrab disapa Mas Boy itu mendukung sepenuhnya agar KPK mengambil alih dugaan kasus korupsi pengadaan alat simulasi SIM di Korlantas Polri yang melibatkan Kakorlantas Djoko Susilo.
"Selamatkan KPK, selamatkan Indonesia dan berantas korupsi. Khususnya praktik-praktik korup di Polri," harapnya.
Selain melakukan orasi secara bergantian, mereka juga membawa karangan bunga dengan tulisan 'Belasungkawa Atas Arogansi Polri Terhadap KPK'. Beberapa poster pun diusung sebagian besar peserta aksi.
Lagu 'darah juang' mengiringi jalannya aksi penuh semangat. Pita hitam pun diikatkan sebagian massa di lengan kiri. Petugas kepolisian pun mengawal jalannya aksi yang dimulai sekira pukul 13.00 WIB. Hingga saat ini, mereka masih melakukan aksi secara bergantian.
Para demonstran membawa berbagai spanduk yang berisi kecaman terhadap institusi Polri, mereka juga membawa benda dari organisasinya masing-masing.
Seperti dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Yogyakarta, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UGM, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Aliansi Masyarakat Untuk KPK (AMUK), Jaringan Perempuan Yogyakarta, dan berbagai elemen lainnya.
"Institusi Polri tercemar dengan oknum sebagian kecil polisi yang telah menjemput paksa penyidik KPK (Kompol Novel Baswedan). Tindakan memalukan itu justru mencoreng institusi Polri," ujar Direktur Eksekutif Pukat UGM Yogyakarta Hifdzil Alim dalam orasinya, Senin (8/10/2012).
Pria yang akrab disapa Mas Boy itu mendukung sepenuhnya agar KPK mengambil alih dugaan kasus korupsi pengadaan alat simulasi SIM di Korlantas Polri yang melibatkan Kakorlantas Djoko Susilo.
"Selamatkan KPK, selamatkan Indonesia dan berantas korupsi. Khususnya praktik-praktik korup di Polri," harapnya.
Selain melakukan orasi secara bergantian, mereka juga membawa karangan bunga dengan tulisan 'Belasungkawa Atas Arogansi Polri Terhadap KPK'. Beberapa poster pun diusung sebagian besar peserta aksi.
Lagu 'darah juang' mengiringi jalannya aksi penuh semangat. Pita hitam pun diikatkan sebagian massa di lengan kiri. Petugas kepolisian pun mengawal jalannya aksi yang dimulai sekira pukul 13.00 WIB. Hingga saat ini, mereka masih melakukan aksi secara bergantian.
Para demonstran membawa berbagai spanduk yang berisi kecaman terhadap institusi Polri, mereka juga membawa benda dari organisasinya masing-masing.
Seperti dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Yogyakarta, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UGM, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Aliansi Masyarakat Untuk KPK (AMUK), Jaringan Perempuan Yogyakarta, dan berbagai elemen lainnya.
(mhd)