Kepergok polisi, dua jambret dicokok
Senin, 08 Oktober 2012 - 00:03 WIB
Kepergok polisi, dua jambret dicokok
A
A
A
Sindonews.com – Polisi Sektor Kota Cibeunying Kidul berhasil menggagalkan upaya penjambretan di Jalan Katamso, Bandung. Dua penjambret yang berhasil dibekuk tergolong nekat karena tak segan melukai korbannya dengan badik.
Bahkan jika korban penjambretannya naik motor, tak segan-segan kawanan ini melakukan upaya keras dengan menendang motor korban hingga terjatuh. Kemudian mereka langsung menghunus badik agar upaya perampasan berjalan mulus.
Ujang (19) dan Asep (19) merupakan dua dari lima kawanan penjambret di kawasan Bandung. Keduanya tertangkap usai merampas tas milik korbannya.
Kapolsekta Cibeunying Kidul, Kompol Harli Hardiaman menjelaskan, keduanya berhasil ditangkap oleh anggota patroli usai korban merampas tas di Jalan Katamso.
“Saat penjambretan berlangsung kebetulan ada anggota sedang patroli. Dua tersangka berhasil ditangkap, sedangkan tiga lainnya kabur,” jelas Harli kepada wartawan, Minggu (7/10/2012).
Menurutnya, modus yang digunakan para pelaku yakni mengincar para wanita yang berjalan sendirian pada malam hari. Disaat ada kesempatan, pelaku memepet korban dan langsung menodongkan senjata tajam.
Tidak hanya itu, selain mengincar pejalan kaki tak jarang komplotan ini juga sering kali mengincar korbannya yang tengah mengendarai sepeda motor.
“Kalau yang naik motor itu dipepet dan ditendang motornya. Setelah korban terjatuh, baru mereka menodong dengan ancaman akan membunuh korban jika tidak menyerahkan barang berharga,” terangnya.
Pihaknya kini tengah memburu FE, DI, dan TO yang saat kejadian berhasil kabur dari kejaran polisi. Sedangkan, dari tangan kedua tersangka polisi menyita barang bukti berupa senjata tajam jenis badik, tas, dan dompet milik korban.
Ditempat yang sama, Ujang yang mengaku sering beraksi di Jalan Jakarta, Jalan Pahlawan, Jalan Sunda, Jalan Antapani, dan Jalan Katamso.
Untuk menghindari kecurigaan, dia bersama empat rekannya ini seringkali beraksi pada pukul 22.00 WIB hingga 24.00 WIB. Dalam aksinya, kelompoknya ini sering kali berbekal badik sebagai senjata utama.
“Sebelum jambret biasanya ada kaya rapat gitu. Buat nentuin mau jambret dimana. Biasanya uang yang didapat dari hasil jambret buat dipake minum-minum (miras),” bebernya.
Bahkan jika korban penjambretannya naik motor, tak segan-segan kawanan ini melakukan upaya keras dengan menendang motor korban hingga terjatuh. Kemudian mereka langsung menghunus badik agar upaya perampasan berjalan mulus.
Ujang (19) dan Asep (19) merupakan dua dari lima kawanan penjambret di kawasan Bandung. Keduanya tertangkap usai merampas tas milik korbannya.
Kapolsekta Cibeunying Kidul, Kompol Harli Hardiaman menjelaskan, keduanya berhasil ditangkap oleh anggota patroli usai korban merampas tas di Jalan Katamso.
“Saat penjambretan berlangsung kebetulan ada anggota sedang patroli. Dua tersangka berhasil ditangkap, sedangkan tiga lainnya kabur,” jelas Harli kepada wartawan, Minggu (7/10/2012).
Menurutnya, modus yang digunakan para pelaku yakni mengincar para wanita yang berjalan sendirian pada malam hari. Disaat ada kesempatan, pelaku memepet korban dan langsung menodongkan senjata tajam.
Tidak hanya itu, selain mengincar pejalan kaki tak jarang komplotan ini juga sering kali mengincar korbannya yang tengah mengendarai sepeda motor.
“Kalau yang naik motor itu dipepet dan ditendang motornya. Setelah korban terjatuh, baru mereka menodong dengan ancaman akan membunuh korban jika tidak menyerahkan barang berharga,” terangnya.
Pihaknya kini tengah memburu FE, DI, dan TO yang saat kejadian berhasil kabur dari kejaran polisi. Sedangkan, dari tangan kedua tersangka polisi menyita barang bukti berupa senjata tajam jenis badik, tas, dan dompet milik korban.
Ditempat yang sama, Ujang yang mengaku sering beraksi di Jalan Jakarta, Jalan Pahlawan, Jalan Sunda, Jalan Antapani, dan Jalan Katamso.
Untuk menghindari kecurigaan, dia bersama empat rekannya ini seringkali beraksi pada pukul 22.00 WIB hingga 24.00 WIB. Dalam aksinya, kelompoknya ini sering kali berbekal badik sebagai senjata utama.
“Sebelum jambret biasanya ada kaya rapat gitu. Buat nentuin mau jambret dimana. Biasanya uang yang didapat dari hasil jambret buat dipake minum-minum (miras),” bebernya.
(ysw)