Pelajar BP2IP tewas, polisi kantongi identitas tersangka
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 16:37 WIB
Pelajar BP2IP tewas, polisi kantongi identitas tersangka
A
A
A
Sindonews.com - Pihak kepolisian sudah mengantongi nama tersangka dalam kasus tewasnya Maulana Ainul Yakin, calon taruna (Catar) Balai Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya. Polisi menduga, ada ubsur kelalaian sehingga Maulana tewas di kolam sekitar sekolah sedalam lima meter.
"Sudah ada calon tersangka. Namun, kami mengumpulkan sejumlah bukti dan saksi untuk meningkatkan status calon tersangka menjadi tersangka," ungkap Kapolsek Rungkut Kompol Yacob Silvana kepada wartawan, Jum'at (5/10/2012).
Ia juga mengatakan, untuk meningkatkan status tersebut, pihaknya akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu. Proses tersebut menunggu, bukti-bukti telah sempurna.
Sayangnya, Yacob enggan menyebut siapa yang bakal dijadikan tersangka atas kasus tewasnya calon taruna asal Bangkalan, Madura itu. “Yang jelas dari pihak panitia Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK)," paparnya.
Polisi sebelumnya memiliki kesimpulan sementara tewasnya Maulana Ainul Yakin ini bukan karena penganiayaan. Polisi menemukan ada unsur kelalaian dari panitia orientasi yang membuat calon taruna ini tewas. Hal itu terkuak ketika ditemukan fakta korban tidak bisa berenang ketika orientasi penyeberangan basah di kolam latih BP2IP, Jalan Gunung Anyar, Surabaya. Jenazah korban ditemukan di kedalaman lima meter kolam tersebut.
"Sudah ada calon tersangka. Namun, kami mengumpulkan sejumlah bukti dan saksi untuk meningkatkan status calon tersangka menjadi tersangka," ungkap Kapolsek Rungkut Kompol Yacob Silvana kepada wartawan, Jum'at (5/10/2012).
Ia juga mengatakan, untuk meningkatkan status tersebut, pihaknya akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu. Proses tersebut menunggu, bukti-bukti telah sempurna.
Sayangnya, Yacob enggan menyebut siapa yang bakal dijadikan tersangka atas kasus tewasnya calon taruna asal Bangkalan, Madura itu. “Yang jelas dari pihak panitia Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK)," paparnya.
Polisi sebelumnya memiliki kesimpulan sementara tewasnya Maulana Ainul Yakin ini bukan karena penganiayaan. Polisi menemukan ada unsur kelalaian dari panitia orientasi yang membuat calon taruna ini tewas. Hal itu terkuak ketika ditemukan fakta korban tidak bisa berenang ketika orientasi penyeberangan basah di kolam latih BP2IP, Jalan Gunung Anyar, Surabaya. Jenazah korban ditemukan di kedalaman lima meter kolam tersebut.
(azh)