SMAN 7 ambruk, Pemkot Depok disalahkan
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 13:27 WIB
SMAN 7 ambruk, Pemkot Depok disalahkan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Depok disalahkan terkait ambruknya gedung SMAN 7, Lewinanggung, Tapos, Depok. DPRD Depok menilai Pemkot Depok lalai dalam pengawasan pembangunan sekolah itu.
"Kejadian kemarin itu membuktikan adanya kelemahan pengawasan dalam pelaksanaan pembangunan, mestinya dalam pembangunannya jangan dilepas begitu saja, harus diawasi," kata anggota Komisi B DPRD Depok Teuku Farida kepada wartawan di Balai Kota, Jumat (4/10/2012).
Meski menggunakan dana Blog Grand berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan diolah secara swakelola, namun pengawasan semestinya tetap dilakukan oleh Pemkot Depok.
Menurut Farida, Pemerintah Kota Depok kurang fokus dalam pengelolaan anggaran pendidikan. Sebab 51 persen dari anggaran pendidikan 20 persen hanya digunakan untuk belanja pegawai dan gaji guru.
Selama 5 hingga sepuluh tahun ke depan, semestinya Pemkot Depok fokus dengan dunia pendidikan. Sebab permasalahan pendidikan di Depok banyak terdiri dari masalah aset tanah hingga pembangunan yang tak optimal.
"Ini mengorbankan siswa dan psikologis mereka terkait dengan image pendidikan di Depok. Ini masalah yang urgent, jangan sampai image-nya pendidikan di Depok banyak masalah, dari mulai masalah aset tanah sampai ambruknya SMAN 7," tukasnya.
Kemarin, atap gedung SMAN 7 Depok ambruk saat kegiatan belajar mengajar belum dimulai. Akibatnya satu siswa luka ringan, dan sekolah diliburkan hingga Senin pekan depan.
"Kejadian kemarin itu membuktikan adanya kelemahan pengawasan dalam pelaksanaan pembangunan, mestinya dalam pembangunannya jangan dilepas begitu saja, harus diawasi," kata anggota Komisi B DPRD Depok Teuku Farida kepada wartawan di Balai Kota, Jumat (4/10/2012).
Meski menggunakan dana Blog Grand berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan diolah secara swakelola, namun pengawasan semestinya tetap dilakukan oleh Pemkot Depok.
Menurut Farida, Pemerintah Kota Depok kurang fokus dalam pengelolaan anggaran pendidikan. Sebab 51 persen dari anggaran pendidikan 20 persen hanya digunakan untuk belanja pegawai dan gaji guru.
Selama 5 hingga sepuluh tahun ke depan, semestinya Pemkot Depok fokus dengan dunia pendidikan. Sebab permasalahan pendidikan di Depok banyak terdiri dari masalah aset tanah hingga pembangunan yang tak optimal.
"Ini mengorbankan siswa dan psikologis mereka terkait dengan image pendidikan di Depok. Ini masalah yang urgent, jangan sampai image-nya pendidikan di Depok banyak masalah, dari mulai masalah aset tanah sampai ambruknya SMAN 7," tukasnya.
Kemarin, atap gedung SMAN 7 Depok ambruk saat kegiatan belajar mengajar belum dimulai. Akibatnya satu siswa luka ringan, dan sekolah diliburkan hingga Senin pekan depan.
(lns)