Pemborong lalai, SMAN 7 Depok ambruk
Kamis, 04 Oktober 2012 - 14:27 WIB
Pemborong lalai, SMAN 7 Depok ambruk
A
A
A
Sindonews.com - Memprihatinkan, itulah yang dialami oleh 520 siswa SMAN 7, Lewinanggung, Tapos, Depok. Semula menumpang di SMAN 4 Cimanggis, saat kini sudah mulai mandiri menempati sekolah dengan gedung baru, justru bangunan tersebut ambruk.
Para guru mengaku terkejut dengan peristiwa yang terjadi pada pukul 6.50 WIB pagi tadi. Suara atap berderet melorot dan ambrul. Kanopi dan besinya pun patah.
Salah seorang Guru Ilmu Komputer Dasrul mengatakan, ketika baru tiba di sekolah merasa kaget dengann suara gemuruh yang bersumber dari atap sekolah.
"Saya kaget saat tadi saya baru datang seperti ada suara atap yang melorot, langsung merembet patah dan atapnya ambruk," katanya di lokasi, Kamis (4/10/2012).
Kepala Sekolah Yusuf Effendi mengatakan kejadian tersebut terjadi di saat siswa masih sepi. Sehingga tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka.
"Seperti suara hujan deras, lalu suara disusul lebih keras, sebelum anak datang dan mulai mengajar. Genteng dan kanopi melorot, jatuh. Rubuh pelan-pelan," papar Yusuf.
Yusuf menjelaskan, semula para siswa menumpang di SMAN 4 Cimanggis. Namun karena tak enak hati, akhirnya Pemkot Depok mulai membangun SMAN tersebut di tanah kosong tahun 2010.
"Namun, karena anggaran di-cutoff tak sesuai jadwal, akhirnya tahun 2011 kami mendapatkan dana blog grand dari APBNP, lalu kami bangun lagi dapat dana swakelola itu, karena enggak terlalu paham untuk membangun sendiri, kami menduga ada kelalaian dalam pelaksanaan pembangunan oleh pemborongnya," tandasnya.
Para guru mengaku terkejut dengan peristiwa yang terjadi pada pukul 6.50 WIB pagi tadi. Suara atap berderet melorot dan ambrul. Kanopi dan besinya pun patah.
Salah seorang Guru Ilmu Komputer Dasrul mengatakan, ketika baru tiba di sekolah merasa kaget dengann suara gemuruh yang bersumber dari atap sekolah.
"Saya kaget saat tadi saya baru datang seperti ada suara atap yang melorot, langsung merembet patah dan atapnya ambruk," katanya di lokasi, Kamis (4/10/2012).
Kepala Sekolah Yusuf Effendi mengatakan kejadian tersebut terjadi di saat siswa masih sepi. Sehingga tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka.
"Seperti suara hujan deras, lalu suara disusul lebih keras, sebelum anak datang dan mulai mengajar. Genteng dan kanopi melorot, jatuh. Rubuh pelan-pelan," papar Yusuf.
Yusuf menjelaskan, semula para siswa menumpang di SMAN 4 Cimanggis. Namun karena tak enak hati, akhirnya Pemkot Depok mulai membangun SMAN tersebut di tanah kosong tahun 2010.
"Namun, karena anggaran di-cutoff tak sesuai jadwal, akhirnya tahun 2011 kami mendapatkan dana blog grand dari APBNP, lalu kami bangun lagi dapat dana swakelola itu, karena enggak terlalu paham untuk membangun sendiri, kami menduga ada kelalaian dalam pelaksanaan pembangunan oleh pemborongnya," tandasnya.
(mhd)