Kereta anjlok, 45 jadwal perjalanan KRL terganggu
Kamis, 04 Oktober 2012 - 09:28 WIB
Kereta anjlok, 45 jadwal perjalanan KRL terganggu
A
A
A
Sindonews.com - Setidaknya ada 45 jadwal perjalanan KRL yang terganggu, akibat anjloknya KRL Commuter Line 435 di Stasiun Cilebut, Bogor. Jumlah tersebut, merupakan setengah dari jadwal perjalanan KRL setiap harinya.
"Sedikitnya 45 jadwal perjalanan KRL akan terganggu, itu merupakan setengah dari total perjalanan KRL setiap harinya yang kami berangkatkan," kata Kepala Humas DAOPS I PT Kereta Api Indonesia (KAI) Mateta Rijalulhaq di Cilebut, Bogor, Kamis (4/10/2012).
Mateta mengungkapkan, akibat terganggunya perjalanan KRL tersebut, pihaknya dengan sangat menyesal meminta kepada para calon pengguna KRL untuk menggunakan moda transportasi lain.
"Kami sarankan menggunakan transportasi lain, seperti angkot atau naik KRL dari Stasiun Bojonggede. Karena, kami belum tahu sampai kapan bisa kembali normal, kami tetap berharap secepatnya," ujarnya.
Dia juga menduga KRL tersebut anjlok karena adanya rel yang patah. Namun, menurutnya, hal tersebut masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
"Kami menduga karena adanya rel yang gompal, sehingga menyebabkan anjloknya KRL. Tapi sekali lagi, kami masih menduga. Tim dari PT KAI masih melakukan penyelidikan," ujarnya
"Sedikitnya 45 jadwal perjalanan KRL akan terganggu, itu merupakan setengah dari total perjalanan KRL setiap harinya yang kami berangkatkan," kata Kepala Humas DAOPS I PT Kereta Api Indonesia (KAI) Mateta Rijalulhaq di Cilebut, Bogor, Kamis (4/10/2012).
Mateta mengungkapkan, akibat terganggunya perjalanan KRL tersebut, pihaknya dengan sangat menyesal meminta kepada para calon pengguna KRL untuk menggunakan moda transportasi lain.
"Kami sarankan menggunakan transportasi lain, seperti angkot atau naik KRL dari Stasiun Bojonggede. Karena, kami belum tahu sampai kapan bisa kembali normal, kami tetap berharap secepatnya," ujarnya.
Dia juga menduga KRL tersebut anjlok karena adanya rel yang patah. Namun, menurutnya, hal tersebut masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
"Kami menduga karena adanya rel yang gompal, sehingga menyebabkan anjloknya KRL. Tapi sekali lagi, kami masih menduga. Tim dari PT KAI masih melakukan penyelidikan," ujarnya
(lil)