Pemkot Depok kurang perhatian terhadap anak
Rabu, 03 Oktober 2012 - 14:35 WIB
Pemkot Depok kurang perhatian terhadap anak
A
A
A
Sindonews.com - Tingginya angka kriminalitas terhadap anak di wilayah Kota Depok, tidak diikuti dengan program-program pemerintah daerah yang berpihak terhadap anak. Tidak adanya pusat rehabilitasi anak, membuat Pemkot Depok kurang peka terhadap hak-ahak anak.
"Depok gagal menjadi kota layak anak, tak ada program yang betul–betul peduli pemberdayaan anak, semuanya kriminal. Semua ditangkapin. Tawuran dimana–mana, enggak punya panti–panti sosial," ujar Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait di Depok, Rabu (3/10/2012).
Ditambahkan dia, angka kekerasan terhadap anak naik dari 18 persen menjadi 22 persen kasus. Sementara kota Depok menjadi salah satu kota tertinggi kasus kekerasan dan kriminal anak.
"Pemerkosaan yang baru saja terjadi di Depok, yang menimpa pelajar yang kenalan dengan teman via FB, juga diduga merupakan sindikat karena korban nyaris dijual ke Batam," terangnya.
Lebih lanjut, dia berharap, pemerintah dapat menyediakan pusat-pusat rehabilitasi untuk konsultasi anak yang menjadi korban, dan penampungan anak-anak terlantar yang rawan menjadi korban kekerasan anak.
"Depok gagal menjadi kota layak anak, tak ada program yang betul–betul peduli pemberdayaan anak, semuanya kriminal. Semua ditangkapin. Tawuran dimana–mana, enggak punya panti–panti sosial," ujar Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait di Depok, Rabu (3/10/2012).
Ditambahkan dia, angka kekerasan terhadap anak naik dari 18 persen menjadi 22 persen kasus. Sementara kota Depok menjadi salah satu kota tertinggi kasus kekerasan dan kriminal anak.
"Pemerkosaan yang baru saja terjadi di Depok, yang menimpa pelajar yang kenalan dengan teman via FB, juga diduga merupakan sindikat karena korban nyaris dijual ke Batam," terangnya.
Lebih lanjut, dia berharap, pemerintah dapat menyediakan pusat-pusat rehabilitasi untuk konsultasi anak yang menjadi korban, dan penampungan anak-anak terlantar yang rawan menjadi korban kekerasan anak.
(san)