Siswi SMP Budi Utomo nyaris dijual ke Batam
Rabu, 03 Oktober 2012 - 14:33 WIB
Siswi SMP Budi Utomo nyaris dijual ke Batam
A
A
A
Sindonews.com - Peristiwa nahas dialami siswi SMP Budi Utomo, Depok. Tidak hanya menjadi korban kekerasan dan perkosaan, remaja ini juga nyaris menjadi korban perdagangan orang dan dijual ke Batam sebagai budak seks.
"Pemerkosaan yang baru saja terjadi di Depok, yang menimpa pelajar yang kenalan dengan teman via FB, juga diduga merupakan sindikat karena korban nyaris dijual ke Batam," ujar Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait di Depok, Rabu (3/10/2012).
Ditambahkan dia, angka penjualan manusia di Indonesia setiap tahunnya cukup tinggi. Bahkan hampir setiap tahun, jumlahnya terus mengalami peningkatan 40.000 hingga 70.000 orang remaja putri.
Jalur yang biasa digunakan untuk menjual para remaja ini mulai dari Batam, Nagoya, Tanjung Balai Karimun, dan Singapura. Negara-negara itu, selain dijadikan jalur merah pedagangan orang, juga diduga menjadi penampung orang-orang jualan.
"Kalau sudah ke situ, sulit langsung diselidiki. Singkawang juga. Di bawah 18 tahun perempuan, dan per tahun bisa 40 ribu-70 ribu setahun, mempekerjakan, prostitusi, pembantu, korban perdagangan manusia seksual komersial," terangnya.
Dalam kasus perdagangan orang, banyak pihak yang terlibat. Hal itu terungkap berdasarkan hasil investigasi tim Komnas PA.
"Polisi harus berani membongkar ini, karena yang namanya sindikat pasti ada permainan di dalamnya, ada tukang ojek, warung, imigrasi, pedagang, dan ada suap di situ," tukasnya.
"Pemerkosaan yang baru saja terjadi di Depok, yang menimpa pelajar yang kenalan dengan teman via FB, juga diduga merupakan sindikat karena korban nyaris dijual ke Batam," ujar Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait di Depok, Rabu (3/10/2012).
Ditambahkan dia, angka penjualan manusia di Indonesia setiap tahunnya cukup tinggi. Bahkan hampir setiap tahun, jumlahnya terus mengalami peningkatan 40.000 hingga 70.000 orang remaja putri.
Jalur yang biasa digunakan untuk menjual para remaja ini mulai dari Batam, Nagoya, Tanjung Balai Karimun, dan Singapura. Negara-negara itu, selain dijadikan jalur merah pedagangan orang, juga diduga menjadi penampung orang-orang jualan.
"Kalau sudah ke situ, sulit langsung diselidiki. Singkawang juga. Di bawah 18 tahun perempuan, dan per tahun bisa 40 ribu-70 ribu setahun, mempekerjakan, prostitusi, pembantu, korban perdagangan manusia seksual komersial," terangnya.
Dalam kasus perdagangan orang, banyak pihak yang terlibat. Hal itu terungkap berdasarkan hasil investigasi tim Komnas PA.
"Polisi harus berani membongkar ini, karena yang namanya sindikat pasti ada permainan di dalamnya, ada tukang ojek, warung, imigrasi, pedagang, dan ada suap di situ," tukasnya.
(san)