Perdagangan orang terus meningkat di Indonesia
Rabu, 03 Oktober 2012 - 14:26 WIB
Perdagangan orang terus meningkat di Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat setidaknya 40 ribu hingga 70 ribu remaja perempuan di Indonesia menjadi korban sindikat perdagangan seksual setiap tahunnya.
Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait mengatakan, pihaknya seringkali menemukan fakta jika banyak remaja perempuan di Indonesia menjadi korban perdagangan seksual di Batam, bahkan ada juga korban yang dijual ke Jepang.
"Jalurnya, Batam, Nagoya, Tanjung Balai Karimun, dan Singapura. Kalau sudah ke situ sulit untuk langsung diselidiki. Setiap tahunnya ada sekira 40 ribu-70 ribu perempuan yang dipekerjakan sebagai pekerja seks, dan pembantu. Belum lagi bicara narkoba, anak remaja juga jadi sasaran," katanya kepada wartawan di Depok, Jawa Barat, Rabu (3/10/2012).
Dia mengungkapkan, kebanyakan para korban diperdagangkan oleh sindikat perdagangan manusia yang ada selama ini. "Polisi harus berani membongkar ini, karena yang namanya sindikat pasti ada permainan di dalamnya, ada tukang ojek, penjaga warung, imigrasi, pedagang, dan ada suap di situ," tandasnya.
Menurutnya, angka kekerasan terhadap anak naik dari 18 persen menjadi 22 persen kasus di 2012. Sementara Kota Depok menjadi salah satu kota dengan kasus kekerasan dan kriminal terhadap anak yang tertinggi.
"Depok gagal menjadi kota layak anak, tak ada program yang betul-betul peduli memberdayakan anak, semuanya kriminal. Semua ditangkap, tawuran di mana-mana, enggak punya panti sosial," tandasnya.
Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait mengatakan, pihaknya seringkali menemukan fakta jika banyak remaja perempuan di Indonesia menjadi korban perdagangan seksual di Batam, bahkan ada juga korban yang dijual ke Jepang.
"Jalurnya, Batam, Nagoya, Tanjung Balai Karimun, dan Singapura. Kalau sudah ke situ sulit untuk langsung diselidiki. Setiap tahunnya ada sekira 40 ribu-70 ribu perempuan yang dipekerjakan sebagai pekerja seks, dan pembantu. Belum lagi bicara narkoba, anak remaja juga jadi sasaran," katanya kepada wartawan di Depok, Jawa Barat, Rabu (3/10/2012).
Dia mengungkapkan, kebanyakan para korban diperdagangkan oleh sindikat perdagangan manusia yang ada selama ini. "Polisi harus berani membongkar ini, karena yang namanya sindikat pasti ada permainan di dalamnya, ada tukang ojek, penjaga warung, imigrasi, pedagang, dan ada suap di situ," tandasnya.
Menurutnya, angka kekerasan terhadap anak naik dari 18 persen menjadi 22 persen kasus di 2012. Sementara Kota Depok menjadi salah satu kota dengan kasus kekerasan dan kriminal terhadap anak yang tertinggi.
"Depok gagal menjadi kota layak anak, tak ada program yang betul-betul peduli memberdayakan anak, semuanya kriminal. Semua ditangkap, tawuran di mana-mana, enggak punya panti sosial," tandasnya.
(lil)