Dirut ASDP enggak becus, mundur saja!
Rabu, 03 Oktober 2012 - 13:55 WIB
Dirut ASDP enggak becus, mundur saja!
A
A
A
Sindonews.com - Dianggap tak becus mengatasi permasalahan yang ada, Direktur Utama (Dirut) Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Danang Baskoro disarankan untuk mundur.
Pasalnya, dalam keterangan terkait kronologis tabrakan KMP Bahuna Jaya dengan kapal tanker MT Norgas Chantika. Danang tidak memiliki data pasti, bahkan ia tidak bersedia bertanggung jawab dalam peristiwa kecelakaan itu.
"Pernyataan dirut ASDP bahwa dia tidak bertanggung itu sangat melukai hati rakyat. Cabut saja jabatannya sebagai Dirut PT ASDP," kata Anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) Rizwan Tony, dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi V di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Lebih lanjut ia menegaskan, apa yang disampaikan Dirut ASDP dalam rapat tersebut tidak mencerminkan bahwa ia seorang pimpinan.
"Pak Dirut tidak mendalami dan memahami tentang apa itu ASDP. Jangan-jangan dia hanya bekerja di kantor dan tidak turun ke lapangan," tegasnya.
Seperti diketahui, selain membahas peristiwa tabrakan KMP Bahuga Jaya dengan kapal tanker MT Norgas Chantika. Rapat tersebut juga membahas tanggung jawab penyelenggara angkutan penyeberangan terhadap korban kecelakaan tersebut.
Rapat ini dihadiri oleh Menteri Perhubungan, Basarnas, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), ASDP, Jasa raharja, dan PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).
Pasalnya, dalam keterangan terkait kronologis tabrakan KMP Bahuna Jaya dengan kapal tanker MT Norgas Chantika. Danang tidak memiliki data pasti, bahkan ia tidak bersedia bertanggung jawab dalam peristiwa kecelakaan itu.
"Pernyataan dirut ASDP bahwa dia tidak bertanggung itu sangat melukai hati rakyat. Cabut saja jabatannya sebagai Dirut PT ASDP," kata Anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) Rizwan Tony, dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi V di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Lebih lanjut ia menegaskan, apa yang disampaikan Dirut ASDP dalam rapat tersebut tidak mencerminkan bahwa ia seorang pimpinan.
"Pak Dirut tidak mendalami dan memahami tentang apa itu ASDP. Jangan-jangan dia hanya bekerja di kantor dan tidak turun ke lapangan," tegasnya.
Seperti diketahui, selain membahas peristiwa tabrakan KMP Bahuga Jaya dengan kapal tanker MT Norgas Chantika. Rapat tersebut juga membahas tanggung jawab penyelenggara angkutan penyeberangan terhadap korban kecelakaan tersebut.
Rapat ini dihadiri oleh Menteri Perhubungan, Basarnas, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), ASDP, Jasa raharja, dan PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).
(maf)