Bayi tewas dikeroyok enam kuli bangunan
Rabu, 03 Oktober 2012 - 12:53 WIB
Bayi tewas dikeroyok enam kuli bangunan
A
A
A
Sindonews.com – Kepergok mencuri di sebuah kompleks pertokoan yang sedang dibangun, Yayat alias Bayi tewas dikeroyok enam kuli bangunan. Keenam kuli bangunan tersebut mengaku kesal karena beberapa kali tempat kerjanya mengalami kecurian.
Kapolsekta Panyileukan Kompol RN Mulyadi menjelaskan, kejadian ini bermula saat Bayi dan tiga temannya mencuri besi sepanjang 12 meter sebanyak 19 buah di PT Tanrise Jalan AH Nasution, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Panyileukan, sekira pukul 00.30 WIB, Rabu (3/10/2012).
“Saat mencuri mereka kepergok oleh pekerja dan diteriaki maling. Yang tiga berhasil kabur sedangkan korban (Yayat) tidak,” jelasnya kepada wartawan di ruang kerjanya.
Di saat Bayi terpisah dengan tiga temannya, para pekerja melampiaskan kemarahannya dengan mengeroyok Bayi hingga akhirnya tewas di tempat.
“Kami mengamankan barang bukti berupa kayu dan batu yang diduga dipakai untuk mengeroyok korban. Korban meninggal dengan luka di bagian kepala, tangan dan badannya,” katanya.
Dari hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian telah mengamankan enam pekerja yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Keenam terduga, yang berinisial MU (29), MSA (22), MHS (25), IG(21), AY (23), dan AR (20) yang semua merupakan pekerja bangunan di PT Tanrise kini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik.
“Dari keterangan para pekerja, katanya mereka kesal karena sering terjadi pencurian di tempat kerjanya. Dan mereka (pekerja) sering menjadi sasaran kemarahan dari atasannya,” tuturnya.
Kini selain memeriksa enam terduga tersangka, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap tiga pencuri lainnya yang kini identitasnya telah dikantongi.
“Korban masih berada di kamar mayat RS Hasan Sadikin, dan masih menunggu keluarganya untuk diambil,” pungkasnya.
Kapolsekta Panyileukan Kompol RN Mulyadi menjelaskan, kejadian ini bermula saat Bayi dan tiga temannya mencuri besi sepanjang 12 meter sebanyak 19 buah di PT Tanrise Jalan AH Nasution, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Panyileukan, sekira pukul 00.30 WIB, Rabu (3/10/2012).
“Saat mencuri mereka kepergok oleh pekerja dan diteriaki maling. Yang tiga berhasil kabur sedangkan korban (Yayat) tidak,” jelasnya kepada wartawan di ruang kerjanya.
Di saat Bayi terpisah dengan tiga temannya, para pekerja melampiaskan kemarahannya dengan mengeroyok Bayi hingga akhirnya tewas di tempat.
“Kami mengamankan barang bukti berupa kayu dan batu yang diduga dipakai untuk mengeroyok korban. Korban meninggal dengan luka di bagian kepala, tangan dan badannya,” katanya.
Dari hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian telah mengamankan enam pekerja yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Keenam terduga, yang berinisial MU (29), MSA (22), MHS (25), IG(21), AY (23), dan AR (20) yang semua merupakan pekerja bangunan di PT Tanrise kini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik.
“Dari keterangan para pekerja, katanya mereka kesal karena sering terjadi pencurian di tempat kerjanya. Dan mereka (pekerja) sering menjadi sasaran kemarahan dari atasannya,” tuturnya.
Kini selain memeriksa enam terduga tersangka, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap tiga pencuri lainnya yang kini identitasnya telah dikantongi.
“Korban masih berada di kamar mayat RS Hasan Sadikin, dan masih menunggu keluarganya untuk diambil,” pungkasnya.
(ysw)