Buruh mogok, Jalan Diponegoro ditutup
Rabu, 03 Oktober 2012 - 11:23 WIB
Buruh mogok, Jalan Diponegoro ditutup
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan buruh dari Bandung Raya dan Sumedang mulai memadati Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat. Para buruh, menuntut penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing yang masih banyak dipraktikkan oleh perusahaan di Indonesia.
Akibat aksi buruh tersebut, sebagian Jalan Diponegoro, Bandung, ditutup. Bahkan, jalan yang melewati depan Gedung Sate dari arah Gedung Geologi, atau Supratman, dialihkan ke Jalan Sentotalibasah.
Polisi juga menutup Jalan Diponegoro yang menuju Gedung Sate dari arah Dago (Ir H Djuanda) maupun dari Jalan Riau via Jalan Cimandiri. Dari arah ini, kendaraan yang menuju Supratman atau Cicaheum, dialihkan ke Jalan Citarum di belakang Gedung Sate, atau ke Jalan Diponegoro via Dago.
Dari pantauan di lapangan diketahui, ribuan buruh mulai memadati Gedung Sate pada Rabu (3/10/2012) sekira pukul 10.00 WIB. Para buruh dari berbagai serikat kerja ini tergabung ke dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat.
Dalam orasinya disebutkan, sistem kerja outsourcing sangat merugikan para buruh. Sistem outsourcing, dan kerja kontrak saat ini dianggap sebagai salah satu mekanisme perbudakan modern.
Pihak kepolisian juga nampak mengawasi dan mengawal ketat aksi buruh tersebut. Bahkan, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso juga ikut turun di tengah-tengah aksi buruh.
Akibat aksi buruh tersebut, sebagian Jalan Diponegoro, Bandung, ditutup. Bahkan, jalan yang melewati depan Gedung Sate dari arah Gedung Geologi, atau Supratman, dialihkan ke Jalan Sentotalibasah.
Polisi juga menutup Jalan Diponegoro yang menuju Gedung Sate dari arah Dago (Ir H Djuanda) maupun dari Jalan Riau via Jalan Cimandiri. Dari arah ini, kendaraan yang menuju Supratman atau Cicaheum, dialihkan ke Jalan Citarum di belakang Gedung Sate, atau ke Jalan Diponegoro via Dago.
Dari pantauan di lapangan diketahui, ribuan buruh mulai memadati Gedung Sate pada Rabu (3/10/2012) sekira pukul 10.00 WIB. Para buruh dari berbagai serikat kerja ini tergabung ke dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat.
Dalam orasinya disebutkan, sistem kerja outsourcing sangat merugikan para buruh. Sistem outsourcing, dan kerja kontrak saat ini dianggap sebagai salah satu mekanisme perbudakan modern.
Pihak kepolisian juga nampak mengawasi dan mengawal ketat aksi buruh tersebut. Bahkan, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso juga ikut turun di tengah-tengah aksi buruh.
(lil)